Rabu, 18 Desember 2013

Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Kurikulum 2013 tercatat sebagai perubahan ketiga selama era reformasi. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang di sebut-sebut mengalami perombakan total dalam Kurikulum 2013. Bila dalam Kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa dan bersastra, maka dalam Kurikulum 2013 ini Bahasa Indonesia di gunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar. Hal ini di latarbelakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Dari studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2011, hanya 5 persen peserta didik Indonesia yang mampu memecahkan persoalan yang membutuhkan pemikiran, sedangkan sisanya 95 persen hanya sampai pada level menengah, yaitu memecahkan persoalan yang bersifat hafalan.
Angka tersebut sangat memperihatinkan, maka kurikulum 2013 di harapkan mampu meningkatkan presentase peserta didik di Indonesia yang mampu memecahkan persoalan dengan pemikiran. Apabila angka tersebut dapat meningkat, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat menjadi negara maju dalam berbagai bidang. Semua itu tentu saja tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, tetapi butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Kemampuan dan keterampilan menalar yang sedang di kembangkan oleh kurikulum 2013 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya bermanfaat untuk mata pelajaran tersebut. Namun, bermanfaat juga untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan lain-lain.
Dalam kurikulum 2013, penilaian di titik beratkan pada tiga aspek, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik masing-masing siswa. Penilaian tersebut sangat berguna untuk peserta didik agar peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja. Namun, peserta didik juga diharapkan memiliki kecerdasan sikap dan perilaku agar peserta didik dapat terjun di masyarakat.
Dalam kurikulum 2013 ini, peserta didik di harapkan mempunyai rasa ingin tahu yang besar agar di dalam kegiatan pembelajaran terjadi komunikasi yang baik antara peserta didik dengan guru. Selain peserta didik yang harus bersikap kritis, guru juga harus mengetahui perkembangan peserta didiknya satu persatu. Salah satu keberhasilan kurikulum 2013 antara lain komunikasi yang baik antara peserta didik dengan guru. Guru juga harus menguasai materi-materi yang akan disampaikan dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan yang mengakibatkan peserta didik tidak dapat menguasai materi dengan jelas dan benar.
Kurikulum 2013 yang sedang berjalan saat ini membawa perubahan yang sangat besar di segala bidang dan diharapkan dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih maju serta mencapai cita-cita bangsa ini yang terdapat pada pembukaan UUD’45.
Dhimas Abie Thoyib
MIA 4-1 / 12

1 komentar: