Laporan Observasi Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata
pustaka yang artinya buku. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perpustakaan
mengandung arti tempat, gedung yang disediakan untuk pemelihraan dan penggunaan
kolesi buku dan sebagainya. Dari kata dasar itu kemudian menimbulkan istilah
turunan lain seperti: bahan pustaka, purtakawan , kepustakaan, dan ilmu
pengetahuan.
Pada umumnya fasilitas yang terdapat
pada perpustakaan adalah buku, rak, komputer, meja dan kursi, almari, dan
sebagainya. Rak buku sebagai tempat untuk meletakkan bubuku-buku sesuai dengan
jenisnya agar lebih rapi dan untuk mempermudah pencarian buku. Meja dan kursi
sebagai tempat pengunjung saat membaca buku agar lebih nyaman. Komputer sebagai
sarana untuk pencarian, peminjaman, dan pengembalian buku karena biasanya data-data
penomoran atau penataan buku disimpan pada komputer agar lebih mempermudah
pengunjung untuk mencari, meminjam, atau mengembalikan buku di perpustakaan. Di
perpustakaan juga terdapat tata tertib perpustakaan, tata tertib ini untuk
menciptakan suasana yang nyaman dan menjaga keamanan perpustakaan. Dan fasilitas
lain yang ada di perpustakaan hanyalah sebagai penunjang saja.
Pada penyusunan atau penataan buku
di perpustakaan diterapkan sistem DDC (Dewey
Decimal Classification) atau klasifikasi
Dewey Desimal, yaitu dengan cara mengkasifikasikan buku-buku sesuai dengan
jenisnya dalam satu rak yang sama dengan sistem penomoran. Dengan cara itu
sangat mempermudah para pengunjung untuk mencari buku-buku yang dibutuhkan.
Munurut klasifikasi Dewey Desimal penantaan buku pada perpustakaan sebagai
berikut : 000 untuk karya umum, 100 untuk buku-buku fisafat, 200 untuk buku
keagamaan, 300 untuk ilmu sosial, 400 untuk buku-buku tentang kebahasaan, 500
untuk ilmu pasti, 600 untuk pengetahuan prastis, 700 untuk buku-buku kesenian,
800 untuk buku-buku kesusastraan, dan 900 untuk buku-buku tentang bbiografi dan
geografi.
Pada rak yang berkode 000 – 099
yaitu karya umum yang terdiri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamus Jepang –
Indonesia, kamus Indonesia – Inggris, dan sebagainya. Untuk kode 100 – 199 yaitu
buku-buku tentang filsafat yang terdiri atas karya tulis seperti novel. Kode 200
– 299 yaitu buku keagamaan, rak ini terdari dari buku-buku yang berisi tentang
ilmu agama seperti buku pendidikan agama Islam, Katholik, Kristen, dan Budha. Untuk
kode 300 – 399 yang memuat tentang ilmu sosial terdiri atas buku tentang
ekonomi, sosiologi, geografi, dan kenegaraan. Kode 400 – 499 untuk buku-buku
kebahasaan terdiri atas buku kebahasaan Indonesia, Jerman, Mandarin, Jepang,
dan Korea. Untuk kode 500 – 599 yang memuat tentang ilmu pasti terdiri atas
buku-buku kimia, matematika, fisika, dan buku-buku olympiade. Kode 600 – 699 untuk
pengetahuan praktis terdiri atas buku tata cara penulisan surat, buku tentang Teknologi
Informasi dan Komunikasi , dan buku tentang kesehatan. Kode 700 – 799 yaitu
tentang buku kesenian dan olahraga yang terdiri dari buku-buku yang mempelajari
tentang seni rupa, seni musik, seni tari, dan buku-buku keolahragaan. Pada kode
800 – 899 untuk buku kesusastraan terdiri atas novel, kumpulan cerpen, majalah,
dan pidato. Dan pada rak yang terakhir atau rak yang berkode 900 – 1000 yang
memuat buku tentang biografi dan geografi terdiri atas buku perjalanan hidup
tokoh terkenal dan buku yang mempelajari tentang keadaan alam ini.
Untuk meminjam buku di perpustakaan
harus memiliki kartu anggota. Untuk menjadi anggota harus mendaftar terlebih dahulu,
yaitu dengan cara mengisi formulir dan biasanya dikenakan biaya sesuai dengan
ketetapan perpustakaan tersebut. Setelah menjadi anggota perpustakaan , maka
anggota akan mendapatkan kartu anggota. Dan kartu anggota itu harus dibawa
ketika anggota akan meminjam buku. Dan masa peminjaman buku biasanya telah
ditetapkan oleh pihak perpustakaan, dan jika pengembalian buku melebihi waktu
peminjaman maka peminjam buku akan dikenankan denda sesuai dengan ketentuan
perpustakaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar