Sabtu, 07 Desember 2013

Memproduksi Teks Eksposisi - Farah 'Azizatun Nuur - MIA 4.1 - 15

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA
DALAM KURIKULUM 2013

Seiring dengan penerapan Kurikulum 2013 pembelajaran yang diharapkan oleh pemerintah mengarah pada tiga ranah, yaitu ranah kognitif , afektif dan psikomotorik. Ranah afektif berbicara pada kemampuan anak dalam memahami konsep – konsep ilmu setiap pelajaran. Ranah afektif berbicara pada kemampuan peserta didik dalam memberikan respon terhadap materi yang sedang dipelajari. Sedangkan ranah psikomotorik berbicara tentang keterampilan yang peserta didik dapat setelah pembelajaran. Walaupun selama ini dalam penerapannya masih dominan pada ranah kognitif.

Sejalan dengan hal itu , penerapan kurikulum 2013 diharapkan memberi konstribusi yang signifikan terhadap setiap mata pelajaran. Pada akhirnya Kurikulum 2013 berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif , inovatif melalui penguatan sikap , pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasi. Bentuk penilaian inilah yang sering dimunculkan dalam Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah pendekatan guru kepada siswa dengan proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membentuk jaringan atau mengomunikasikan hasil belajar. Sehingga dalam setiap pertemuan diharapkan terdapat salah satu proses tersebut. Seperti dalam pembelajaran teks anekdot, guru menceritakan satu atau dua buah anekdot. Kemudian guru memberikan rangsangan – rangsangan pertanyaan yang membuat kemampuan menganalisis atau menalar siswa terlatih.

Satu hal yang tidak luput dari perbincangan terkait Kurikulum 2013 adalah pengintegrasian mata pelajaran IPA, IPS dan bahasa Indonesia. Beberapa tokoh berpendapat untuk menyatukan ketiga mata pelajaran tersebut cukup susah. Karena, ketiga mata pelajaran tersebut memiliki akar ilmu yang berbeda. Untuk tetap mengimplementasikan masalah tersebut para tokoh pendidikan menggunakan metode pembelajaran berbasis teks yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai pusatnya. Maksudnya ketika guru menyampaikan pelajaran bahasa Indonesia, tidak hanya materi bahasa Indonesia saja yang dipelajari siswa. Terdapat materi IPA dan IPS yang dapat dilihat pada wacana pada buku pegangan yang dimiliki setiap peserta didik.

Berbicara tentang buku pegangan peserta didik, pemerintah telah menyediakan dan mendistribusikan buku pegangan untuk pelajaran bahasa Indonesia secara langsung ke sekolah – sekolah. Artinya orang tua tidak akan dipusingkan dengan biaya untuk membeli buku pelajaran. Selain itu buku pegangan dari pemerintah ini dapat digunakan oleh peserta didik tahun pelajaran selanjutnya. Karena akan memakai buku yang sama pada tahun berikutnya.

Banyak yang berkomentar akan dikemanakan guru mata pelajaran IPA dan IPS dan apa lagi tugas mereka. Pengintegrasian ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada guru untuk berkolaborasi dalam penyampaian materi pembelajaran. Kolaborasi ini memiliki banyak manfaat seperti efisiensi waktu pelaksanaan pembelajaran, dapat melaksanakan beberapa penilaian dalam satu kegiatan, meningkatkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan yang menarik. Pengimplementasian bahasa Indonesia dengan Kurikulum 2013 ini sangat dinghargai dengan lebih banyak alokasi waktu yang diberikan menjadi 4 jam pelajaran setiap minggu, mengingat kurikulum sebelumnya yang hanya 2 jam pelajaran setiap minggu.

Bahasa Indonesia akan memperkuat jati diri dan arah bangsa. Tentu semua ini tidak akan berhasil dan berjalan sesuai dengan harapan pemerintah tanpa peranan dan  usaha kita. Sebagai generasi muda kita harus bekerjasama dengan para guru untuk mensukseskan Kurikulum 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar