Selasa, 10 Desember 2013

TEKS EKPOSISI OLEH SYIFA KHAIRUNNISA KELAS MIA 4.1 ABSEN 27


PENERAPAN KURIKULUM 2013
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Terlebih pada pembelajaran Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional dan berperan penting dalam kehidupan Bangsa Indonesia untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Sejalan dengan hal itu pemerintah terus menerus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar menjadi lebih baik. Dan saat ini pemerintah telah menerapkan kurikulum 2013 yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan tersebut.

Kurikulum 2013, telah diterapkan di beberapa sekolah, salah satunya SMA Negeri 1 Kota Salatiga . Sejak menerapkan kurikulum 2013,  Ibu Uswatun Hasanah S. Pd , selaku guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia membenarkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini mengalami banyak perubahan baik dalam penyampaian materi, sistem pembelajaran, maupun dalam aspek-aspek penilaian nya. Dalam praktiknya, kurikulum 2013 menuntut siswa untuk aktif mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan . Siswa diajak mengamati, memberikan tanggapan, serta menghasilkan suatu karya yang berbasis teks sesuai dengan materi pembelajaran. Di dalam pembelajaran, peserta didik difasilitasi untuk terlibat secara aktif mengembangkan potensi dirinya menjadi kompetensi. Guru menyediakan pengalaman belajar bagi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi yang dimiliki mereka menjadi kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum 2013. Hal itu menjadi salah satu dasar agar siswa yang tadinya diberi tahu menjadi aktif mencari tahu . Selain itu , di setiap pembelajaran juga diberikan  penanaman nilai-nilai moral dan Ketuhanan.

Selain materi dan tujuan dari kurikulum 2013, segi cara dan proses penilaian juga menjadi hal yang harus diperhatikan . Dalam hal penilaian, pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri  1 Kota Salatiga sudah menerapkan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam penilaian kognitif, siswa diajak untuk memahami suatu wacana atau teks dengan menganalisis dan menguraikannya secara bersama-sama. Nilai dapat diambil berdasarkan hasil  ulangan ,tugas, dan sejauh mana pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi .

Untuk penilaian afektif, cara dan proses penilaian berkaitan dengan sikap dan emosional peserta didik selama kegiatan belajar dan mengajar . Nilai diambil berdasarkan pada keaktifan, respon, tanggung jawab pribadi maupun kelompok, kerapian, dan interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya. Dalam kaitannya dengan cara dan proses penilaian afektif ini, guru selalu memberikan  kesempatan pada siswa untuk berpikir,berpendapat, dan memecahkan suatu masalah secara logis melalui beberapa pertanyaan yang memancing siswa untuk aktif berdiskusi dan menjawab. Dalam hal ini , Guru memiliki andil yang sangat besar untuk menciptakan suasana yang aktif dan kondusif untuk mendorong peserta didik yang lebih aktif, kreatif, dan kritis . 

Untuk penilaian psikomotor atau keterampilan yang melibatkan fisik harus mencakup persiapan, proses, dan produk yang dihasilkan peserta didik . Dalam cara dan proses penilaian ini pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kota Salatiga masih memiliki kekurangan . Aspek yang dinilai memang  berdasarkan kegiatan siswa melakukan pengamatan lapangan , namun dalam praktiknya peserta didik masih belum dapat memahami proses dan objek apa saja yang harus diamati. Hal itu akan mempengaruhi ketrampilan peserta didik dalam hal menghasilkan produk berbasis teks berdasarkan pengamatan. Maka dari itu dalam hal sebelum dilakukannya pengamatan, peserta didik harus dibekali kemampuan  membaca, mendengar, menulis, dan berlatih keterampilan mengolah kata yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku. Hal itu dapat diwujudkan melalui diskusi kelompok dan permainan.

Banyak aspek dalam hal pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 yang berbeda dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum  sebelumnya . Hal itu dilakukan untuk mewujudkan dunia pendidikan yang lebih baik dan menghasilkan para generasi penerus bangsa yang aktif, kreatif, dan kompetitif serta berakhlak mulia. Karena itulah kurikulum 2013 telah  disusun sedemikian rupa dengan pertimbangan yang matang untuk mewujudkan tujuan tersebut. Walaupun terdapat banyak pro dan kontra yang terjadi akibat penerapan kurikulum ini, baik dan buruk proses serta hasilnya kembali kepada para peserta didik. Siapkah kita untuk menjalani dan menerima konsekuensi yang ada ? Siapkah kita untuk mewujudkan tujuan suci pemerintah ?.  Jawabannya adalah harus siap.

SYIFA KHAIRUNNISA /27/ MIA 4.1





Tidak ada komentar:

Posting Komentar