Teks
Eksposisi
Pembelajaran
Bahasa Indonesia denganKurikulum 2013
Arifatul
Mu’amalah
MIA
4 / 08
Beragam sistem pendidikan di Indonesia, seperti KBK, KTSP 2006,
dan kini Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 saat ini masih gencar untuk di terapkan di
berbagai sekolah di Indonesia. Di Salatiga sudah ada beberapa sekolah yang
menerapkan kurikulum ini, sebagai contoh SMA N 1 SALATIGA. Pembelajaran pada
Kurikulum 2013 ini lebih diarahkan kepada ranah kognitif, ranah afektif, dan
ranah psikomotorik. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum 2013
terdapat banyak perbedaan dengan kurikulum sebelumnya.
Contoh materi yang berbeda
dengan kurikulum sebelumnya adalah nomina penjenis dan nomina pendeskripsi. Pada kurikulum sebelumnya, materi ini tidak diajarkan. Menurut saya, Kurikulum 2013 lebih banyak belajar mengenai kebahasaan.
Penerapan kurikulum ini masih banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai
kalangan masyarakat. Ada yang setuju namun ada juga yang tidak setuju. Lalu
bagaimana dengan 3 ranah pada Kurikulum 2013 tadi?
Ranah
afektif berbicara kepada kemampuan anak dalam memahami konsep – konsep ilmu
setiap pelajaran. Sedangkan ranah psikomotorik berbicara tentang keterampilan
yang peserta didik dapat setelah pembelajaran. Kenyataannya selama
ini lebih mengarah pada ranah kognitif. Pada
akhirnya Kurikulum 2013 berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang
produktif, kreatif , inovatif melalui penguatan sikap, pengetahuan dan
keterampilan yang terintegrasi. Bentuk penilaian inilah yang sering dimunculkan
dalam Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah
pendekatan guru kepada siswa dengan proses mengamati, menanya, menalar, mencoba
dan membentuk jaringan atau mengomunikasikan hasil belajar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga
sudah menggunakan pendekatan saintifik. Guru sangat komunikatif, sangat terbuka
dengan siswa. Banyak siswa menyukai pelajaran dengan seperti ini, karena
seperti tidak ada batas antara guru dengan muridnya.
Menurut beberapa siswa, penerapan
Kurikulum 2013 ini masih membingungkan. Banyak yang belum paham mengenai
kurikulum ini, terutama mengenai tiga ranah yang telah disebutkan diatas.
Mereka belum paham mengenai penilaian secara kognitif, sehingga diperlukan adanya
penjelasan yang jelas mengenai kurikulum ini, misalnya dengan diadakan sebuah
workshop. Dengan memberi penjelasan seperti itu diharapkan
tujuan diterapkannya Kurikulum 2013 dapat tercapai dengan maksimal. Tetapi,
dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga, penerapan
Kurikulum 2013 sudah terlaksanakan dengan baik. Guru begitu memperhatikan
mengenai sikap dan perilaku siswa di dalam kelas. Guru mengamati perubahan
sikap dan perilaku siswa dari waktu ke waktu. Terkadang pembelajaran diselingi
dengan banyolan atau lelucon sehingga tidak membosankan namun mengena kepada
muridnya.
Sehingga pada dasarnya
penerapan Kurikulum 2013 ini sebenarnya lebih ‘menarik’ dari pada kurikulum
sebelumya. Namun, karena banyak pihak yang belum mengerti secara jelas mengenai
penerapan Kurikulum 2013 ini, membuat pandangan acuh tak acuh mengenai
pelaksanaannya. Tetapi, pandangan itu seperti hilang jika mengikuti
pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga yang menurut saya sukses
melaksanakan Kurikulum 2013 dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar