Minggu, 15 Desember 2013

Teks Eksposisi - Arifatul Mu'amalah MIA 4 / 08


Teks Eksposisi
Pembelajaran Bahasa Indonesia denganKurikulum 2013
Arifatul Mu’amalah
MIA 4 / 08

Beragam sistem pendidikan di Indonesia, seperti KBK, KTSP 2006, dan kini Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 saat ini masih gencar untuk di terapkan di berbagai sekolah di Indonesia. Di Salatiga sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum ini, sebagai contoh SMA N 1 SALATIGA. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 ini lebih diarahkan kepada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum 2013 terdapat banyak perbedaan dengan kurikulum sebelumnya.
Contoh materi yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah nomina penjenis dan nomina pendeskripsi. Pada kurikulum sebelumnya, materi ini tidak diajarkan. Menurut saya, Kurikulum 2013 lebih banyak belajar mengenai kebahasaan. Penerapan kurikulum ini masih banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang setuju namun ada juga yang tidak setuju. Lalu bagaimana dengan 3 ranah pada Kurikulum 2013 tadi?
 Ranah afektif berbicara kepada kemampuan anak dalam memahami konsep – konsep ilmu setiap pelajaran. Sedangkan ranah psikomotorik berbicara tentang keterampilan yang peserta didik dapat setelah pembelajaran. Kenyataannya selama ini lebih mengarah pada ranah kognitif. Pada akhirnya Kurikulum 2013 berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif , inovatif melalui penguatan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasi. Bentuk penilaian inilah yang sering dimunculkan dalam Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah pendekatan guru kepada siswa dengan proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membentuk jaringan atau mengomunikasikan hasil belajar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga sudah menggunakan pendekatan saintifik. Guru sangat komunikatif, sangat terbuka dengan siswa. Banyak siswa menyukai pelajaran dengan seperti ini, karena seperti tidak ada batas antara guru dengan muridnya.
Menurut beberapa siswa, penerapan Kurikulum 2013 ini masih membingungkan. Banyak yang belum paham mengenai kurikulum ini, terutama mengenai tiga ranah yang telah disebutkan diatas. Mereka belum paham mengenai penilaian secara kognitif, sehingga diperlukan adanya penjelasan yang jelas mengenai kurikulum ini, misalnya dengan diadakan sebuah workshop.  Dengan memberi penjelasan seperti itu diharapkan tujuan diterapkannya Kurikulum 2013 dapat tercapai dengan maksimal. Tetapi, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga, penerapan Kurikulum 2013 sudah terlaksanakan dengan baik. Guru begitu memperhatikan mengenai sikap dan perilaku siswa di dalam kelas. Guru mengamati perubahan sikap dan perilaku siswa dari waktu ke waktu. Terkadang pembelajaran diselingi dengan banyolan atau lelucon sehingga tidak membosankan namun mengena kepada muridnya.  
Sehingga pada dasarnya penerapan Kurikulum 2013 ini sebenarnya lebih ‘menarik’ dari pada kurikulum sebelumya. Namun, karena banyak pihak yang belum mengerti secara jelas mengenai penerapan Kurikulum 2013 ini, membuat pandangan acuh tak acuh mengenai pelaksanaannya. Tetapi, pandangan itu seperti hilang jika mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga yang menurut saya sukses melaksanakan Kurikulum 2013 dengan baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar