Senin, 16 Desember 2013

Teks Eksposisi

Afriska Yusuf  Widyamto ( 02 )
 
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013

Pendidikan di Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum mulai dari KBK, KTSP, dan sekarang kurikulum 2013. Orientasi pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang seimbang antara sikap, keterampilan dan pengetahuan. Pada pembelajaran bahasa indonesia kurikulum 2013, menggunakan cara pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Melalui pengembangan kurikulum seperti ini, para peserta didik SMA/MA dan sederajat diharapkan tidak hanya memiliki jumlah pengetahuan dan kemampuan teknis dalam berbahasa seta memahami bahasa tetapi juga sikap dan karakter sebagai individu, anggota masyarakat, dan warga negara Indonesia yang baik.
Banyak aspek dalam pengembangan kurikulum 2013, mulai dari kompetensi lulusan, struktur kurikulum, materi pembelajaran, proses pembelajaran, standar penilaian, hingga pengelolaan kurikulum itu sendiri. Dalam kurikulum 2013,  kompetensi lulusan harus lengkap memuat aspek-aspek karakter seperti, keterampilan yang relevan, dan pengetahuan bahasa indonesia yang memadai.
            Kurikulum 2013 tentang Bahasa Indonesia merupakan suatu metode yang sesuai untuk  diterapkan pada peserta didik SMA/MA dan sederajat karena telah memenuhi standar yang telah diberlakukan pemerintah. Selain itu kurikulum ini memberikan ruang kepada peserta didik agar bisa mengembangkan diri dan tidak terpaku pada pembelajaran yang ada. Hal Ini merupakan langkah awal pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan kurikulum 2013.
Proses pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah yaitu sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik) secara proporsional melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran bahasa indonesia meliputi menggali informasi, mengolah, menyajikan, menganalisis, menalar, menyimpulkan, dan mencipta.
Harapannya dengan perubahan terus menerus dalam metode pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadikan Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang bisa meningkatakan rasa nasionalisme serta menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar