Maella
Rizky K._18_MIA-4.1
Perpustakaan
Di
dalam dunia pendidikan, tak dapat dipungkiri lagi jika buku merupakan salah
satu unsur terpenting yang sangat dibutuhkan untuk terciptanya suatu kegiatan
pembelajaran. Buku adalah media pembelajaran yang dianggap sangat efektif
selain guru pengajar. Selain itu, buku juga mempunyai beraneka ragam jenis yang
berbeda. Tempat dimana buku ditata serta di susun rapi menurut jenis dan golongannya, biasa kita
sebut dengan perpustakaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perpustakaan
dapat diartikan sebagai tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk
pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku.
Pada
sekolah-sekolah tertentu, biasanya menyediakan sebuah bangunan khusus yang
digunakan sebagai perpustakaan. Perpustakaan sangat berguna bagi para siswa
karena dengan adanya perpustakaan, siswa dapat meminjam buku-buku pelajaran
yang mereka butuhkan tanpa harus membelinya. Biasanya, perpustakaan menyadiakan
beberapa fasilitas tertentu untuk mendukung kenyamanan serta keindahan di dalam
perpustakaan. Fasilitas tersebut diantaranya: meja dan kursi yang ditata
sedemikian rupa sehingga nyaman bagi para siswa yg hendak membaca buku,
beberapa komputer yang dilengkapi dengan akses internet, toilet untuk
pengunjung, pustakawan yang ramah, serta sistim peminjaman buku menggunakan
data barcode.
Entah
ada berapa jumlah koleksi buku yang ada di dalam perpustakaan. Menurut
jenis-jenisnya, buku dapat digolongkan menggunakan teori klasifikasi dewey
decimal (DDC). Beberapa golongan menurut teori tersebut dinyatakan dalam bentuk
kode angka, yaitu: kode dengan nomor 000 berisi tentang karya-karya umum, kode
dengan nomor 100 berisi tentang filsafat, kode bernomor 200 berisi tentang
agama, kode bernomor 003 tentang ilmu-ilmu sosial, kode bernomor 400 tentang
ilmu bahasa, kobe bernomor 500 berisi tentang ilmu-ilmu murni, kode angka 600
tentang ilmu terapan dan pengetahuan praktis, kode 700 tentang kesenian dan
olahraga, kode angka 800 berisi tentang kesusassteraan, serta yang terakhir
kode bernomor 900 berisi tentang sejarah dan geografi.
Dari
beberapa kode-kode golongan menurut klasifikasi dewey desimal tersebut, contoh
bentuk bukunya yaitu: Untuk kode 000
yaitu tentang karya-karya umum contohnya: novel, karangan, buku panduan, karya
ilmiah, dll. Untuk kode 100 contohnya: sejarah, idiologi, kumpulan puisi, dll.
Untuk kode angka 200 contohnya: kitab-kitab suci, akhlak dan budi pekerti, buku
panduan kegiatan keagamaan,dll. Untuk kode 300 yaitu: sisiologi, nilai sosial,
pelanggaran sosial, dll. Untuk kode 400 contohnya: resensi, eyd, kamus, dll. Untuk
kode 500 contohnya yaitu: teknologi, IPA, matematika, dll. Untuk kode 600
contoh bukunya yaitu: perkembangan teknologi, psikologi, dll. Untuk kode nomor
700 misalnya: seni musik, seni rupa, seni tari, panduan olahraga, dll. Untuk kode
bernomor 800 contohnya: ilmu sastra, adat istiadat, suku bangsa,dll. Serta yang
terakhir kode 900 yaitu contohnya: biografi/ autobiografi tokoh, pengetahuan
alam, dll.
Perpustakaan
juga mempunyai beberapa tata tertib yang harus ditaati bagi para pengunjung.
Tata tertib itu yaitu:
1. Dilarang
membawa makanan atau minuman kedalam perpustakaan karena dapat mengganggu kebersihan perpustakaan serta konsentrasi
dari pengunjung perpustakaan.
2. Apabila
buku yang dipinjam rusak ataupun hilang, maka peminjam harus menggantinya
dengan yang baru.
3. Bagi anggota atau pengunjung yang terlambat
mengembalikan buku yang dipinjam, maka akan dikenakan denda dengan jumlah
tertentu sesuai dengan jenis buku dan dihitung per hari.
4. Dilarang
membuang sampah sembarangan.
5. Tidak
boleh membuat keributan di dalam perpustakaan karena dapat mengganggu
pengunjung yang lainnya.
6. Dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar