Pembelajaran Bahasa
Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2013
Keberhasilan suatu negara dapat dilihat dari
keberhasilan bangsanya dalam dunia pendidikan. Salah satu pokok bahasan pendidikan
adalah pembelajaran Bahasa Indonesia. Berkaitan dengan kurikulum 2013 yang
berbasis karakter, telah memfungsikan bahasa Indonesia sebagai penghantar ilmu pengetahuan
antar mata pelajaran. Selain itu juga lebih
mengutamakan proses daripada hasil, sehingga siswa mampu memahami dan
menerapkan nilai-nilai pendidikan dalam kehidupan.
Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dirancang untuk menyiapkan peserta
didik dalam menghadapi tantangan di masa depan, dengan memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif
serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara
dan peradaban dunia. Kurikulum 2013 ini dilaksanakan
melalui Pendekatan Scientific. Pendekatan ini menekankan pada lima
aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Lima
aspek ini harus benar-benar terlihat pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia
berdasarkan kurikulum 2013 diterapkan melalui beberapa tahapan yaitu membangun
konteks, membangun teks secara bersama antara guru dan siswa, membangun teks
mandiri dan pada akhirnya dapat menyusun teks secara terampil. Selain itu juga
menjadikan peserta didik yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pakar
pendidikan Arief Rachman mengatakan, pemerintah harus menargetkan perubahan
perilaku yang baik pada peserta didik sebagai tujuan dari perbaikan kurikulum
pendidikan nasional yang dilakukan. Kurikulum yang baik, ungkapnya, harus mampu
menyeimbangkan aspek akademik dan karakter sehingga mampu mewujudkan lingkungan
sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Untuk mencapai keberhasilan suatu
pendidikan henndaknya harus melibatkan berbagai kalangan dan memenjalin kerja
sama yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana
semestinya. Bahkan, dapat melahirkan bakat-bakat baru dari siswa. Dengan adanya
kerja sama berbagai golongan maka akan membentuk perubahan perilaku siswa ke
arah positif dan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kreatif, inovatif mampu
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar