Senin, 16 Desember 2013

Teks Eksposisi

Aulia Rizki
MIA-4.1 / 09

SISTEM PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013

Sistem pendidikan di Indonesia terus dibenahi, salah satunya adalah dengan mengganti kurikulum lama dengan kurikulum baru yang diharapkan dapat lebih baik. Beberapa kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia diantaranya KBK, dan KTSP 2006. Di tahun ini, Indonesia kembali menerapkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 saat ini masih gencar disosialisasikan di berbagai sekolah di Indonesia. Sekolah di Salatiga yang telah menerapkan kurikulum ini adalah SMA N 1 SALATIGA. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum 2013 terdapat banyak perbedaan dengan kurikulum sebelumnya.
Contoh materi yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah teks anekdot, nomina penjenis dan nomina pendeskripsi. Pada kurikulum sebelumnya, materi ini tidak diajarkan. Menurut saya, Kurikulum 2013 lebih banyak belajar mengenai tata bahasa. Namun, penerapan kurikulum ini masih banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 ini lebih diarahkan kepada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah afektif berbicara kepada kemampuan anak dalam memahami konsep – konsep ilmu setiap pelajaran. Sedangkan ranah psikomotorik berbicara tentang keterampilan yang peserta didik dapat setelah pembelajaran. Kenyataannya selama ini lebih mengarah pada ranah kognitif. Kurikulum 2013 berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif , inovatif melalui penguatan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasi. Bentuk penilaian inilah yang sering dimunculkan dalam Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Guru sangat komunikatif, dan terbuka dengan siswa. Banyak siswa menyukai pelajaran dengan seperti ini, karena seperti tidak ada batas antara guru dengan muridnya. Rasa kekeluargaan antara siswa dan guru akan mudah muncul dengan diterapkannya pembelajaran seperti ini. 
Penerapan Kurikulum 2013 ini masih membingungkan menurut menurut sebagian siswa. Banyak yang belum paham mengenai kurikulum ini, terutama mengenai tiga ranah yang telah disebutkan diatas. Untuk itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut.  Dengan memberi penjelasan seperti itu diharapkan tujuan diterapkannya Kurikulum 2013 dapat tercapai dengan maksimal. Tetapi, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga, penerapan Kurikulum 2013 sudah terlaksanakan dengan baik. Guru dan juga siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Guru begitu memperhatikan mengenai sikap dan perilaku siswa di dalam kelas bahkan mencatatnya untuk penilaian. Guru mengamati perubahan sikap dan perilaku siswa dari waktu ke waktu.
Pada dasarnya Kurikulum 2013 lebih menarik dari pada kurikulum sebelumnya. karena siswa lebih aktif, Namun, karena banyak pihak yang belum mengerti secara jelas mengenai penerapan Kurikulum 2013 ini, pandangan mereka acuh tak acuh mengenai pelaksanaannya. Tetapi, pandangan itu akan hilang jika melihat pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga yang menurut saya sukses mengawali pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar