Aulia
Rizki
MIA-4.1
/ 09
SISTEM
PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013
Sistem
pendidikan di Indonesia terus dibenahi, salah satunya adalah dengan
mengganti kurikulum lama dengan kurikulum baru yang diharapkan dapat
lebih baik. Beberapa kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia
diantaranya KBK, dan KTSP 2006. Di tahun ini, Indonesia kembali
menerapkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 saat
ini masih gencar disosialisasikan di berbagai sekolah di Indonesia.
Sekolah di Salatiga yang telah menerapkan kurikulum ini adalah SMA N
1 SALATIGA. Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan
Kurikulum 2013 terdapat banyak perbedaan dengan kurikulum sebelumnya.
Contoh
materi yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah teks anekdot,
nomina penjenis dan nomina pendeskripsi. Pada kurikulum sebelumnya,
materi ini tidak diajarkan. Menurut saya, Kurikulum 2013 lebih banyak
belajar mengenai tata bahasa. Namun, penerapan kurikulum ini masih
banyak menimbulkan spekulasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Pembelajaran
pada Kurikulum 2013 ini lebih diarahkan kepada ranah kognitif, ranah
afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah afektif berbicara kepada
kemampuan anak dalam memahami konsep – konsep ilmu setiap
pelajaran. Sedangkan ranah psikomotorik berbicara tentang
keterampilan yang peserta didik dapat setelah pembelajaran.
Kenyataannya selama
ini
lebih
mengarah pada ranah kognitif. Kurikulum 2013
berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif ,
inovatif melalui penguatan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
terintegrasi. Bentuk penilaian inilah yang sering dimunculkan dalam
Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Guru sangat komunikatif,
dan terbuka dengan siswa. Banyak siswa menyukai pelajaran dengan
seperti ini, karena seperti tidak ada batas antara guru dengan
muridnya. Rasa kekeluargaan antara siswa dan guru akan mudah muncul
dengan diterapkannya pembelajaran seperti ini.
Penerapan Kurikulum 2013 ini masih membingungkan menurut menurut sebagian siswa.
Banyak yang belum paham mengenai kurikulum ini, terutama mengenai
tiga ranah yang telah disebutkan diatas. Untuk itu, diperlukan
penjelasan lebih lanjut. Dengan memberi penjelasan seperti itu
diharapkan tujuan diterapkannya Kurikulum 2013 dapat tercapai dengan
maksimal. Tetapi, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1
Salatiga, penerapan Kurikulum 2013 sudah terlaksanakan dengan baik.
Guru dan juga siswa dituntut untuk aktif dalam pembelajaran. Guru
begitu memperhatikan mengenai sikap dan perilaku siswa di dalam kelas
bahkan mencatatnya untuk penilaian. Guru mengamati perubahan sikap
dan perilaku siswa dari waktu ke waktu.
Pada
dasarnya Kurikulum 2013 lebih menarik dari pada kurikulum sebelumnya. karena siswa lebih aktif, Namun, karena banyak pihak yang belum mengerti secara jelas mengenai
penerapan Kurikulum 2013 ini, pandangan mereka acuh tak acuh mengenai
pelaksanaannya. Tetapi, pandangan itu akan hilang jika melihat
pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Salatiga yang menurut saya
sukses mengawali pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar