Minggu, 15 Desember 2013

Devi Candra L / 10 / MIA 4.1

Kurikulum 2013
Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

                Untuk kesekian kalinya, kurikulum pembelajaran di Indonesia diganti kembali. Kini yang tadinya Indonesia menggunakan Kurikulum KTSP 2006 berubah menjadi kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. Dengan adanya beberapa aspek yang diubah, pemerintah Indonesia mengharapkan murid-murid di Indonesia menjadi lebih kreatif daripada sebelumnya.
                Kurikulum 2013 sedikit berbeda dengan KTSP 2006. Hanya beberapa sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini. Didalam kurikulum ini, murid dituntut lebih kreatif dan lebih aktif. Seperti contoh dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa dituntut untuk aktif bertanya sehingga, guru tidak terlalu banyak menerangkan materi. Siswa juga diberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk mengemukakan pendapatnya kepada guru. Sehingga, hubungan yang terjalin diantara guru dan murid menjadi lebih baik. Dengan demikian, siswa menjadi nyaman dalam menjalani proses pembelajaran.
                Dalam kurikulum ini, selain murid dituntut untuk kreatif, gurupun juga dituntut demikian. Guru tidak harus selalu mendekte yang menyebabkan murid menjadi bosan. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi yang sedang diajarkan. Seperti, pembelajaran yang dilakukan diluar ruangan. Selain teori, murid juga memerlukan praktek. Contoh, untuk membuat cerpen murid tidak harus selalu ada didalam ruangan. Murid juga dapat membuat cerpen dengan mengamati keadaan lingkungan disekitarnya. Dengan demikian, murid menjadi bersemangat untuk mengikuti jam pelajaran.
                Pendekatan yang dilakukan guru seperti diatas dinamakan pendekatan santifik.Pendekatan saintifik adalah pendekatan guru kepada siswa dengan proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membentuk jaringan atau mengomunikasikan hasil belajar. Dalam kurikulum sebelumnya, murid berperan pasif, kurikulum ini mengharapkan murid dapat  berperan aktif dalam pembelajaran. Sehingga, Kurikulum 2013 berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif , dan inovatif.
                Dengan kurikulum ini, guru dan murid dapat lebih nyaman dalam proses pembelajaran. Sehingga diharapakan Kurikulum ini diberlakukan untuk semua sekolah di Indonesia sehingga menciptakan penerus bangsa yang kreatif, inovatif, dan aktif.
               

Nama    : Devi Candra Lestari
Kelas     : MIA 4.1 /10


                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar