Minggu, 15 Desember 2013

Eksposisi ( M . Ogan / 19 )

Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013

Dari tahun ke tahun Negara Indonesia semakin berkembang. Berbagai hal dilakukan untuk menuju ke kondisi yang lebih baik. Salah satunya di bidang pendidikan dengan cara mengganti kurikulum ke kurikulum 2013 yang lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman. Tentu  dengan perubahan ini banyak tanggapan positif dan negatif yang menyertainya.
Peminatan pada kurikulum 2013 dimulai pada kelas X yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siwa untuk mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran lebih dini. Tetapi dengan menerapkan kebijakan ini masa depan siswa bisa dibahayakan. Mungkin beberapa siswa yang berminat dengan IPA tetapi kuliah di jurusan IPS, itu terjadi karena siswa hanya belajar sesuai dengan minatnya.
Aspek kompetisi dalam kurikulum ini ada keseimbangan antara soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetisi sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dalam pembelajaran terutama  pelajaran bahasa Indonesia siswa dituntut untuk mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan dengan seimbang.  Pada intinya kurikulum 2013 lebih menuntut siswa untuk mandiri.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan pendekatan secara saintific yaitu standar proses dalam pembelajaran yang terdiri dari mangamati, menanyakan, menalar, mencoba dan mengungkapkan. Dengan demikian siswa diberikan kebebasan berpendapat dalam kelas, ini bertujuan untuk membuat siswa mencari pengetahuan bukan menenerimanya begitu saja dan mengajak siswa lebih aktif . Siswa dituntut untuk belajar secara mandiri, tidak hanya bergantung pada pembelajaran di kelas, tetapi juga harus aktif di luar kelas. Siswa diberikan tugas-tugas untuk membuat siswa lebih aktif.
Penilain pada kurikulum ini tidak hanya tentang pengetahuan saja, tetapi juga sifat siswa. Ini diharapkan agar menciptakan penerus bangsa yang tidak hanya pandai, tetapi juga berakhlak baik. Pada kurikulum ini penilaian harus authentic, yaitu harus ada buktinya. Diharapkan agar penilain terhadap siswa harus apa adanya.

Kurikulum 2013 ini mengajak siswa lebih mandiri dengan pendekatan saintific. Kompetensi intinya adalah sikap, keterampilan dan pengetahuan yang bertujuan agar membentuk siswa yang tidak hanya pandai tetapi juga memiliki sifat dan keterampilan yang baik. Dengan demikian, kurikulum 2013 harus dilaksanakan dan dikembangkan agar lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar