Minggu, 01 Juni 2014

Ajeng Gelda/04_Alda Oktaviani/05



Renovasi Pasar dan Harga Sewa Kios

Setelah para pedagang kota mengadakan rapat, mereka meminta renovasi pasar yang tertunda selama 6 bulan segera diselesaikan. Kemudian mereka berunjuk rasa di depan kantor pengelolaan pasar kota. Akhirnya pimpinan pasar mengajak wakil para pedagang untuk bernegosiasi. Gito selaku ketua paguyuban pedagang ditunjuk menjadi wakil pedagang lainnya.

1.      KPP  : Selamat siang Pak.
2.      PP     : Selamat siang, silakan duduk.
3.      KPP  : Ya Pak terima kasih.
4.      PP     : Saya Gito, pimpinan pengelola pasar. Anda?
5.      KPP  : Perkenalkan nama saya Badrus, ketua paguyuban pedagang.
6.      PP     : Mengapa semua pedagang berdemo? Apa masalahnya?
7.      KPP  : Begini Pak saya selaku perwakilan dari teman-teman pedagang ingin menyampaikan pendapat kami. Setelah 6 bulan renovasi pasar tertunda, kami ingin itu segera diselesaikan.
8.      PP     : Lho, bukannya sudah disediakan tempat penampungan pedagang sementara?
9.      KPP  : Ya Pak, tetapi kami merasa tidak nyaman berada di tempat penampungan.
10.  PP     : Mengapa? Bukannya tempat penampungannya strategis dan memudahkan pelanggan untuk bertransaksi?
11.  KPP  : Itu benar Pak, tetapi seperti yang kita ketahui bahwa akhir-akhir ini sering hujan lebat dan itu membuat tempat penampungan menjadi memprihatinkan.
12.  PP     : Memprihatinkan bagaimana?
13.  KPP  : Misalnya, genting bocor, becek dan kayu yang mudah ambruk. Itu mengakibatkan transaksi tidak lancar dan akhirnya, pelanggan beralih ke supermall di dekat tempat penampungan.
14.  KPP  : Lagipula mengapa renovasinya ditunda?
15.  PP     : Hmm, jadi itu masalahnya. Baiklah akan saya jelaskan mengapa renovasinya ditunda. Itu tersendat karena ada penolakan dari sebagian kecil pedangang. Mereka menolak renovasi pasar karena mereka tidak setuju dengan harga sewa kios yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 15.000.000,00 per tahunnya.
16.  KPP  : Maaf, bukannya mereka sudah sepakat?
17.  PP     : Itu tidak benar. Pada kenyataannya ada juga yang tidak setuju.
18.  KPP  : Jadi begitu.
19.  KPP  : Begini saja Pak, jika harganya diturunkan menjadi Rp 12.000.000,00?
20.  PP     : Tidak bisa, Pak. Ini kota besar, bagaimana mungkin bisa semurah itu?
21.  KPP  : Tolong Pak, kasihan mereka yang ekonominya masih kesulitan.
22.  KPP  : Kami akan berusaha merawat dan tidak merusak kiosnya Pak.
23.  PP     : Baiklah akan saya pertimbangkan. Kalau begitu beritahukan ini pada pedagang lainnya Pak.
24.  KPP  : Baik Pak, selamat siang.
25.  PP     : Selamat siang.

Setelah Ia keluar, Ia segera memberitahu pedagang lainnya jika renovasi pasar dan usulan penurunan harga sewa kios menjadi Rp 12.000.000,00 baru dipertimbangkan oleh pimpinan pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar