Renovasi Pasar dan Harga Sewa Kios
Setelah para pedagang
kota mengadakan rapat, mereka meminta renovasi pasar yang tertunda selama 6
bulan segera diselesaikan. Kemudian mereka berunjuk rasa di depan kantor
pengelolaan pasar kota. Akhirnya pimpinan pasar mengajak wakil para pedagang
untuk bernegosiasi. Gito selaku ketua paguyuban pedagang ditunjuk menjadi wakil
pedagang lainnya.
1.
KPP : Selamat siang Pak.
2.
PP : Selamat siang, silakan duduk.
3.
KPP : Ya Pak terima kasih.
4.
PP : Saya Gito, pimpinan pengelola pasar.
Anda?
5.
KPP : Perkenalkan nama saya Badrus, ketua
paguyuban pedagang.
6.
PP : Mengapa semua pedagang berdemo? Apa
masalahnya?
7.
KPP : Begini Pak saya selaku perwakilan dari
teman-teman pedagang ingin menyampaikan pendapat kami. Setelah 6 bulan renovasi
pasar tertunda, kami ingin itu segera diselesaikan.
8.
PP : Lho,
bukannya sudah disediakan tempat penampungan pedagang sementara?
9.
KPP : Ya Pak, tetapi kami merasa tidak nyaman
berada di tempat penampungan.
10. PP :
Mengapa? Bukannya tempat penampungannya strategis dan memudahkan pelanggan
untuk bertransaksi?
11. KPP :
Itu benar Pak, tetapi seperti yang kita ketahui bahwa akhir-akhir ini sering
hujan lebat dan itu membuat tempat penampungan menjadi memprihatinkan.
12. PP :
Memprihatinkan bagaimana?
13. KPP :
Misalnya, genting bocor, becek dan kayu yang mudah ambruk. Itu mengakibatkan
transaksi tidak lancar dan akhirnya, pelanggan beralih ke supermall di dekat
tempat penampungan.
14. KPP :
Lagipula mengapa renovasinya ditunda?
15. PP :
Hmm, jadi itu masalahnya. Baiklah akan saya jelaskan mengapa renovasinya
ditunda. Itu tersendat karena ada penolakan dari sebagian kecil pedangang. Mereka
menolak renovasi pasar karena mereka tidak setuju dengan harga sewa kios yang
telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 15.000.000,00 per tahunnya.
16. KPP :
Maaf, bukannya mereka sudah sepakat?
17. PP :
Itu tidak benar. Pada kenyataannya ada juga yang tidak setuju.
18. KPP :
Jadi begitu.
19. KPP :
Begini saja Pak, jika harganya diturunkan menjadi Rp 12.000.000,00?
20. PP :
Tidak bisa, Pak. Ini kota besar, bagaimana mungkin bisa semurah itu?
21. KPP :
Tolong Pak, kasihan mereka yang ekonominya masih kesulitan.
22. KPP :
Kami akan berusaha merawat dan tidak merusak kiosnya Pak.
23. PP :
Baiklah akan saya pertimbangkan. Kalau begitu beritahukan ini pada pedagang
lainnya Pak.
24. KPP :
Baik Pak, selamat siang.
25. PP :
Selamat siang.
Setelah Ia keluar, Ia segera memberitahu
pedagang lainnya jika renovasi pasar dan usulan penurunan harga sewa kios
menjadi Rp 12.000.000,00 baru dipertimbangkan oleh pimpinan pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar