Arifatul Mu'amalah / 08
Dhea Novitasari / 11
Usulan Koperasi
Tanggal 21 Mei 2013, sehari setelah diadakannya
pertemuan anggota OSIS SMAN Taruna, Adi selaku ketua OSIS SMAN Taruna dan Ahmad
selaku wakil ketua OSIS SMAN Taruna menemui kepala sekolah untuk mengajukan proposal
usulan progam sekolah.
Adi : "Selamat siang, Pak."
(Sambil bersalaman)
Kepala sekolah : "Selamat siang. Ada keperluan apa kalian kesini
?"
Ahmad : "Begini, Pak. Setelah kami adakan
pertemuan anggota OSIS, kami selaku perwakilan OSIS SMAN Taruna ingin menyampaikan
usulan dari teman-teman."
Kepala sekolah : "Ya, usulan apa Nak ?"
Adi : "Teman-teman mengusulkan agar SMAN
Taruna memiliki koperasi yang dikelola sendiri oleh siswa. Ini proposal dari usulan
kami, Pak." (Menyerahkan proposal)
Kepala sekolah : "Mengapa kalian ingin mendirikan koperasi? Bukankah
di sekolah sudah ada kantin?" (Sambil membaca proposal)
Ahmad : "Kalau kantin di sekolah hanya
menyediakan makanan dan minuman saja, tidak menyediakan perlengkapan alat tulis.
Jika kita membutuhkan alat tulis, kita harus keluar dulu untuk membelinya, dan menurut
kami itu tidak efektif, Pak."
Adi : "Iya, Pak. Koperasi itu nanti akan
menyediakan berbagai keperluan siswa. Mulai dari perlengkapan sekolah, alat-alat
tulis, sampai makanan dan minuman."
Kepala sekolah : "Begini, Nak. Untuk mendirikan sebuah koperasi perlu
biaya yang tidak sedikit, butuh biaya yang banyak."
Ahmad : "Benar, Pak. Tetapi jika kita memiliki
koperasi sekolah sendiri, apalagi yang mengelola siswa itu akan membantu siswa dalam
memenuhi kebutuhan sekolah dan akan mengasah kemampuan siswa dalam berorganisasi
dan berwirausaha."
Kepala sekolah : "Ya, kalian memang benar. Saya sepemikiran dengan
kalian. Tetapi, tadi sudah saya katakan, biaya yang diperlukan tidak sedikit dan
sekolah tidak memiliki dana yang cukup."
Adi : "Apa sekolah tidak
mendapatkan dana BOS ?"
Kepala sekolah : “Ya pastinya dapat, tetapi uang itu bukan untuk
koperasi, Nak. Dana BOS digunakan untuk membiayai siswa yang tidak mampu.
Sebenarnya di sekolah kita ada uang kas, tetapi hanya sedikit, tidak cukup
untuk mendirikan kopersi.”
Ahmad : “ Kalau begitu, kami akan
mencari dana tambahan.”
Kepala sekolah : “Dari mana?”
Ahmad : “ Kami akan melakukan gali
dana.”
Adi : “ Benar, Pak. Kami akan
berjualan keliling sekolah untuk gali dana. Keuntungan dari berjualan nanti
untuk tambahan biaya mendirikan koperasi.”
Kepala sekolah : “Baiklah, saya setuju kalau begitu. Kalian
boleh gali dana, mencari dana tambahan untuk mendirikan koperasi. Saya beri
waktu 2 bulan untuk gali dana. Nanti sekolah akan memberikan dana juga. Silahkan
kalian berdua merancang berapa dana yang kita perlukan. Nanti dari kalian setengah,
dari sekolah setengah.”
Ahmad
: “Baik, Pak. Terima kasih atas ijinnya.”
Adi : “Untuk rancangan harganya,
kami akan segera membuat proposal dan memberikannya pada Bapak.”
Kepala sekolah : “Ya, segeralah membuat proposal agar
permintaan kalian juga segera terealisasikan.”
Ahmad
: “Baik, Pak. Terima kasih sekali lagi.”
Adi : “Mari, Pak.”
Kepala sekolah : “Ya, sama-sama.”
Kepala SMAN Taruna telah
menyetuji usulan dari perwakilan OSIS SMAN Taruna. Dan pihak sekolah akan
memberikan dana untuk mendirikan kopersi, tetapi dana yang diberikan hanya
setengah dari dana yang dibutuhkan dan setengah dana yang diperlukan akan dicari sendiri oleh
siswa dengan cara gali dana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar