Sabtu, 31 Mei 2014

Arifatul Mu'amalah / 08
Dhea Novitasari / 11

Usulan Koperasi
Tanggal 21 Mei 2013, sehari setelah diadakannya pertemuan anggota OSIS SMAN Taruna, Adi selaku ketua OSIS SMAN Taruna dan Ahmad selaku wakil ketua OSIS SMAN Taruna menemui kepala sekolah untuk mengajukan proposal usulan progam sekolah.
Adi                         : "Selamat siang, Pak." (Sambil bersalaman)
Kepala sekolah       : "Selamat siang. Ada keperluan apa kalian kesini ?"
Ahmad                   : "Begini, Pak. Setelah kami adakan pertemuan anggota OSIS, kami selaku perwakilan OSIS SMAN Taruna ingin menyampaikan usulan dari teman-teman."
Kepala sekolah       : "Ya, usulan apa Nak ?"
Adi                         : "Teman-teman mengusulkan agar SMAN Taruna memiliki koperasi yang dikelola sendiri oleh siswa. Ini proposal dari usulan kami, Pak." (Menyerahkan proposal)
Kepala sekolah       : "Mengapa kalian ingin mendirikan koperasi? Bukankah di sekolah sudah ada kantin?" (Sambil membaca proposal)
Ahmad                   : "Kalau kantin di sekolah hanya menyediakan makanan dan minuman saja, tidak menyediakan perlengkapan alat tulis. Jika kita membutuhkan alat tulis, kita harus keluar dulu untuk membelinya, dan menurut kami itu tidak efektif, Pak."
Adi                         : "Iya, Pak. Koperasi itu nanti akan menyediakan berbagai keperluan siswa. Mulai dari perlengkapan sekolah, alat-alat tulis, sampai makanan dan minuman."
Kepala sekolah       : "Begini, Nak. Untuk mendirikan sebuah koperasi perlu biaya yang tidak sedikit, butuh biaya yang banyak."
Ahmad                   : "Benar, Pak. Tetapi jika kita memiliki koperasi sekolah sendiri, apalagi yang mengelola siswa itu akan membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan sekolah dan akan mengasah kemampuan siswa dalam berorganisasi dan berwirausaha."
Kepala sekolah       : "Ya, kalian memang benar. Saya sepemikiran dengan kalian. Tetapi, tadi sudah saya katakan, biaya yang diperlukan tidak sedikit dan sekolah tidak memiliki dana yang cukup."
Adi                         : "Apa sekolah tidak mendapatkan dana BOS ?"
Kepala sekolah       : “Ya pastinya dapat, tetapi uang itu bukan untuk koperasi, Nak. Dana BOS digunakan untuk membiayai siswa yang tidak mampu. Sebenarnya di sekolah kita ada uang kas, tetapi hanya sedikit, tidak cukup untuk mendirikan kopersi.”
Ahmad                   : “ Kalau begitu, kami akan mencari dana tambahan.”
Kepala sekolah       : “Dari mana?”
Ahmad                   : “ Kami akan melakukan gali dana.”
Adi                         : “ Benar, Pak. Kami akan berjualan keliling sekolah untuk gali dana. Keuntungan dari berjualan nanti untuk tambahan biaya mendirikan koperasi.”
Kepala sekolah       : “Baiklah, saya setuju kalau begitu. Kalian boleh gali dana, mencari dana tambahan untuk mendirikan koperasi. Saya beri waktu 2 bulan untuk gali dana. Nanti sekolah akan memberikan dana juga. Silahkan kalian berdua merancang berapa dana yang kita perlukan. Nanti dari kalian setengah, dari sekolah setengah.”
Ahmad                   : “Baik, Pak. Terima kasih atas ijinnya.”
Adi                         : “Untuk rancangan harganya, kami akan segera membuat proposal dan memberikannya pada Bapak.”
Kepala sekolah       : “Ya, segeralah membuat proposal agar permintaan kalian juga segera terealisasikan.”
Ahmad                   : “Baik, Pak. Terima kasih sekali lagi.”
Adi                         : “Mari, Pak.”
Kepala sekolah       : “Ya, sama-sama.”
                   Kepala SMAN Taruna telah menyetuji usulan dari perwakilan OSIS SMAN Taruna. Dan pihak sekolah akan memberikan dana untuk mendirikan kopersi, tetapi dana yang diberikan hanya setengah dari dana yang dibutuhkan dan setengah  dana yang diperlukan akan dicari sendiri oleh siswa dengan cara gali dana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar