NEGOSIASI MENDIRIKAN
KOPERASI SISWA
Hari ini, 27 Mei 2014 Pengurus OSIS melakukan pertemuan dengan
pihak sekolah untuk membahas usulan program pendirian koperasi sekolah yang
dikelola oleh siswa. Hal ini bertujuan untuk menyatukan pandangan kedua belah
pihak. Dialog ini berlangsung di Ruang OSIS.
(1) Pengurus OSIS : " Selamat siang, Pak."
(2) Pihak sekolah : “Selamat siang.”
(3) Pengurus OSIS : “Silakan duduk, Pak. “
(4) Pihak sekolah : “Oh ya,
terimakasih .”
(5) Pengurus OSIS :“ Pertama-tama saya, sebagai perwakilan dari teman - teman pengurus OSIS mengucapkan terimakasih kepada Bapak
yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri rapat yang kami adakan. Mari
kita mulai rapat hari ini guna membahas usulan pendirian koperasi yang dikelola
oleh siswa.”
(6) Pihak
Sekolah : “Baiklah,”
(7) Pengurus
OSIS : “Berdasarkan proposal yang sudah kami ajukan kemarin, kami
mengharapkan persetujuan dari pihak sekolah dalam pendirian koperasi yang
dikelola oleh siswa sendiri. “
(8) Pihak sekolah :
“Ya baik. Berdasarkan pengajuan yang telah diterima
kami kurang setuju dengan usulan pendirian koperasi siswa, karena di sekolah
ini sudah ada koperasi yang dikelola oleh guru.”
(9) Pengurus OSIS :
“Namun pendirian koperasi sekolah yang dikelola oleh siswa sendiri ini patut
direalisasikan. Karena akan membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan
dan jiwa koperasi pada siswa. “
(10) Pihak sekolah : “Berdasarkan pengalaman dari tahun – tahun sebelumnya, ketika
siswa dipercaya untuk mengelola koperasi mereka tidak menggunakan kepercayaan
itu dengan baik. “
(11) Pengurus
OSIS :
“Namun untuk tahun ini berbeda,Pak. Kami sudah merancang dengan matang, baik
struktur maupun agenda koperasi agar koperasi ini berjalan dengan baik.”
(12) Pihak sekolah : “Itu gagasan yang baik. Namun,
mendirikan koperasi itu tidak mudah, kalian harus mempersiapkan segala
sesuatunya dengan baik. Terutama modal untuk mendirikan koperasi. Padahal,
anggaran untuk koperasi di sekolah ini sudah dilimpahkan sepenuhnya untuk
koperasi yang dikelola oleh guru. Jadi kami tidak bisa membantu memberi modal
untuk mendirikan koperasi kalian. “
(13) Pengurus OSIS :
“Tapi Pak, koperasi siswa ini sangat bermanfaat apalagi sebentar lagi akan ada penerimaan
siswa baru. Sehingga kami juga bisa menampung siswa baru untuk ikut serta dalam
pengembangan koperasi siswa ini. “
(14) Pihak sekolah :
“Wow,ide yang bagus. Tetapi sebentar lagi kalian akan menghadapi UAS, apa itu
tidak akan mengganggu belajar kalian? Mendirikan koperasi tidak semudah yang
kalian bayangkan. “
(15) Pengurus OSIS : “Tidak Pak,
kami bisa profesional. Kami tetap memprioritaskan belajar kami, mendirikan
koperasi ini hanya untuk melatih jiwa kewirausahaan dan melaksanakan asas
koperasi seperti yang telah kami dapat disaat sekolah.”
(16) Pihak sekolah : “Namun, koperasi yang dikelola guru
sudah lengkap, sehingga peluang kalian untuk menjalankannya nanti kan
susah. “
(17) Pengurus OSIS : “Kami nanti akan
menyediakan kebutuhan para siswa sedangkan guru menyediakan kebutuhan guru agar
setiap koperasi memiliki peluang masing-masing. “
(18) Pihak sekolah
: “Baiklah. Lalu bagaimana dengan modal
yang akan kalian gunakan untuk mendirikan koperasi ini? “
(19) Pengurus
OSIS :
“Apa kami bisa meminta sebagian anggaran dana koperasi kepada sekolah? “
(20) Pihak sekolah
: “Itu sulit untuk
diwujudkan karena anggaran untuk koperasi itu sangat kecil. Mungkin hanya
sedikit yang dapat diberikan sekitar satu per empat dari anggaran koperasi yang
ada. “
(21) Pengurus OSIS : “Apa tidak bisa lebih pak? Kami akan
benar-benar menggunaknnya untuk mendirikan koperasi, dan sisanya untuk modal
berjalannya koperasi. “
(22) Pihak sekolah : “Mungkin bisa tapi kami lihat dulu kinerja dan hasilnya dari
kalian. “
(23) Pengurus
OSIS : “Baiklah Pak tapi kami meminta separuh dari anggaran dana
koperasi itu, biar adil. “
(24) Pihak sekolah :
“Baiklah pihak sekolah akan mengusahakan agar dana untukmendirikan koperasi siswa bisa keluar setengah dari anggaran koperasi
sekolah. “
(25) Pengurus
OSIS : “Kami sangat berterimakasih jika hal itu bisa
terealisasi. “
(26) Pihak
sekolah : “Ya,
namun ingat kalian harus profesional. “
(27) Pengurus
OSIS : “Baik
pak kami akan menjalankan pesan bapak. Saya
kira pertemuan kita hari ini cukup sampai disini. Selamat siang Pak. “
(28) Pihak sekolah : “Selamat siang.”
(berdiri dari duduknya, berjabat tangan dengan pengurus OSIS dan
keluar dari ruangan)
Farah 'Azizatun Nuur (15)
Saniati Nur Azizah (26)
Saniati Nur Azizah (26)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar