Minggu, 01 Juni 2014

Teks Negosiasi-Negosiasi Tentang Anggaran Dana Koperasi-



Pengurus OSIS berinisiatif untuk mendirikan koperasi sekolah yang banyak memudahkan siswa dalam memperoleh peralatan sekolah dengan  harga yang terjangkau. Siang itu Rivi dan Rani sebagai pengurus OSIS menemui kepala sekolah untuk mengajukan usulan program tersebut.

Rivi dan Rani: “Selamat siang, Pak.”
Kepala sekolah: “Ya, selamat siang.”
Rani: “Maaf, Pak sebelumnya kami mengganggu kegiatan Bapak.”
Kepala sekolah: “Ya, tidak apa-apa, silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu?”
Rivi : “Begini, Pak, kami mewakili dari pengurus OSIS akan mengajukan usulan program untuk mendirikan koperasi sekolah.”
Rani: “Kami mendirikan koperasi ini bertujuan agar siswa dapat memperoleh kebutuhan sekolah tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah”
Kepala sekolah: “Hmmm. . . Boleh saya melihat proposal untuk pengajuan program ini?”
Rivi: “Oh iya, Pak, ini, silakan!”
Beberapa saat kemudian setelah Bapak Kepala Sekolah membaca proposal yang telah diberikan oleh pengurus OSIS, kepala sekolah belum menyetujui anggaran yang diajukan oleh pihak pengurus OSIS.
Rivi: “Bagaimana, Pak dengan proposal yang kami ajukan. Apakah Bapak setuju dengan rencana kami?”
Kepala sekolah: “Saya sependapat dengan rencana ini, namun anggaran yang diajukan untuk  mendirikan koperasi ini terlalu besar untuk sekolah.”
Rani: “Lalu bagaimana, Pak? Akankah rencana kami ini tidak akan di-acc?”
Kepala sekolah: “Mungkin dari pihak sekolah akan menyetujuinya, tapi dari anggaran yang diajukan, pihak sekolah hanya bisa memberikan dana separuh dari anggaran yang diajukan.Bagaimana menurut  kalian?”
Rivi : “Wah, Pak, jika hanya setengah masih sangat kurang.”
Rani : “Bagaimana kalau 90% dari anggaran yang kami ajukan?”
Kepala sekolah: “Maaf, Mbak, pihak sekolah masih belum bisa memberikannya. Bagaimana kalau 60% dari anggaran yang diajukan?”
Rivi: “Wah, Pak, itu masih jauh dari cukup Pak.”
Rani: “Tolonglah, Pak dinaikkan lagi. Kami berjanji akan menggunakan koperasi ini dengan baik.”
Kepala sekolah: “Begini saja, kami dari pihak sekolah akan memberikan 70% dari anggaran yang diajukan. Kami tidak dapat memberikan lebih, karena saat ini dana akan digunakan untuk perbaikan perpustakaan.”
Rivi: “Tapi, Pak anggaran sebesar itu belum bisa mencukupi target kami. Tidak memungkinkan jika kami mencari 30%-nya dari penggalangan dana kami.”
Kepala sekolah: “Bagaimana ya, Mbak, dana yang diajukan terlalu besar.”
Rani: “Tolonglah dinaikkan, bagaimana kalau 85%, Pak?”
Kepala sekolah : “Hmmm...
Rivi: “Bagaimana, Pak? Apakah disetujui 85%?”
Kepala sekolah: “Baiklah, saya akan mencoba berunding dulu dengan pihak yang lain.”
Rani: “Baiklah, Pak, kalau begitu kami juga akan merundingkan dengan pihak kami.”
Rivi: “Terima kasih, Pak atas kebesaran hati Bapak. Kami mohon bantuannya, Pak.”
Kepala sekolah: “Iya, Mbak, sama-sama.”
Rani: “Kami mohon pamit, Pak. Maaf, Pak, kami telah mengganggu waktu Bapak.”
Kepala sekolah: “Ya, Mbak tidak apa-apa.”
Rivi dan Rani: “Terima kasih, Pak, selamat siang.”
Kepala sekolah: “Selamat siang.”

Pada akhirnya kepala sekolah menyetujui anggaran dana yang diajukan oleh pihak pengurus OSIS. Rani dan Rivi sebagai pihak pengurus OSIS segera memberitahukan keputusan pihak sekolah kepada pengurus OSIS yang lain.

Oleh: Rani P./MIA 4.2/22
          Rivi Monica P./MIA 4.2/25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar