Minggu, 01 Juni 2014

Teks Negosiasi




Laboratorium Batik Salatiga
 
Nama    : Aulia Rizky    MIA4.2/09
               Devi Canda L MIA 4.2/10
 

Negosiasi ini berlangsung di Kantor Pemda Salatiga dan terjadi antara Ketua Himpunan Pengusaha Batik Salatiga dengan wakil dari Pemda Salatiga.
Wakil Pengusaha Batik    : “Selamat pagi, Pak.”
Wakil Pemda                   : “ Iya, selamat pagi. Anda siapa?”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Nama saya Slamet, Pak. Saya Ketua Himpunan Pengusaha Batik     Salatiga.”
Wakil Pemda                    : “ Apa maksud dan tujuan bapak datang kemari?”
Wakil Pengusaha Batik : “Begini Pak, kami dari Himpunan Pengusaha Batik Salatiga ingin mengajukan proposal pengajuan dana untuk mendirikan laboratorium batik di Salatiga.”
Wakil Pemda                      : “ Laboratorium batik? Bagaimana maksudnya?”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Jadi, laboratorium itu nanti akan kita gunakan untuk menyimpan batik-batik khas Salatiga, mengombinasikan warna-warna untuk mencari inovasi baru untuk batik kita, dan bisa jadi tempat referensi bagi pecinta batik untuk mencari model-model batik kita yang terbaru.”
Wakil Pemda                 : “ Boleh saya lihat proposalnya?”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Ini, Pak.”
Wakil Pemda                  : “ Sebentar, ya. Saya baca dulu.”
Wakil Pengusaha Batik   : “Silahkan.”
Wakil Pemda                  : “ Dananya kok besar sekali? Nantinya untuk apa saja?”
Wakil Pengusaha Batik : “ Jadi, dana ini nantinya akan digunakan untuk membangun gedung laboratorium itu sendiri. Selain itu, dana tersebut juga akan kami gunakan untuk membeli peralatan-peralatan untuk membatik.”
Wakil Pemda               : “ Apakah dana sebanyak ini tidak terlalu banyak. Bukankah Rp 1Miliyar saja sudah cukup untuk proyek itu?”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Kalau menurut perincian kami, dana itu belum cukup karena rencananya kami akan membuat gedung laboratorium itu bergaya tradisional yang akan membutuhkan dana lebih banyak untuk pembelian kayu dan ukirannya.”
Wakil Pemda                 : “ Kenapa tidak dibangun dengan gaya modern saja? Menurut saya, hal itu akan menekan anggaran untuk pembangunannya. Selain itu, gedung yang modern juga lebih disenangi oleh anak-anak muda kita sehingga bisa menanamkan kecintaan terhadap batik sejak dini.”
Wakil Pengusaha Batik  : “ Maaf, Pak. Tapi kami telah membuat rencana lain. Eksteriornya akan tetap kami buat tradisional, tapi interiornya bergaya modern. Jadi, akan menimbulkan dua kesan, yaitu tradisional dan modern.”
Wakil Pemda                 : “ Ya, itu benar. Tapi, APBD yang kita miliki tidak hanya untuk mengurusi hal itu saja. Kami juga harus mengurusi aspek-aspek lain di Salatiga yang masih perlu pembenahan. Dan itu semua tidak membutuhkan dana yang sedikit.”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Betul, Pak. Tapi, laboratorium ini nantinya juga akan menguntungkan pihak Pemda Salatiga juga.”
Wakil Pemda             : “ Apa saja keuntungan yang akan kami dapatkan jika laboratorium itu benar-benar didirikan?”
Wakil Pengusaha Batik     : “ Begini, Pak. Apabila laboratoium ini benar-benar terealisasi, kami akan mendapatkan uang yang dihasilkan dari penjualan tiket masuk laboratorium itu. Setiap bulannya, kami akan membayar pajak, yang nantinya dana tersebut juga akan kembali kepada pihak Pemda sendiri.”
Wakil Pemda                   : “ Iya benar. Akan tetapi, pihak pemerintah tidak dapat memberikan dana sebesar Rp 2Miliyar. Mungkin, kami hanya akan dapat memberikan dana sebesar  Rp 1Miliyar.”
Wakil Pengusaha Batik   : “ Bagamana ya, Pak? Menurut kami dana itu masih kurang. Mugkin Rp 1,5 Miliyar juga sudah cukup untuk kami. Sebelumnya pihak Himpunan Pengusaha Batik Salatiga juga sudah mengadakan bazar dan lelang batik untuk mengumpulkan dana pembangunan laboratorium itu. Akan tetapi, peran dari pemerintah juga sangat kami butuhkan dalam proyek yang tidak kecil ini.”
Wakil Pemda               : “ Baiklah. Lagipula, laboratorium itu nantinya juga akan menguntungkan kota kita. Pengenalan untuk batik khas Salatiga akan menjadi lebih mudah.”
Wakil Pengusaha Batik     : “ Terima kasih banyak, Pak”
Wakil Pemda          : “ Baik. Mungkin kami akan menghubungi pihak anda lagi untuk memberitahukan kapan dana ini akan cair.”
Wakil Pengusaha Batik        : “ Iya Pak. Selamat Pagi.”
Wakil Pemda                      : “ Selamat Pagi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar