Rabu, 02 Oktober 2013



Nama              : Devi Candra Lestari
Kelas                : MIA 4.1
Absen              : 10
LAPORAN HASIL OBSERVASI

Perpustakaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb (2) koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelihara, dan dibicarakan.
Dalam pengklasifikasian buku di perpustakaan, biasanya digunakan kode-kode yang dapat memudahkan pembaca dalam mencari buku yang akan mereka baca. Seperti contohnya, Sistem Klasifikasi Dewey Desimal (DDC). Sistem klasifikasi ini biasanya menggunakan angka-angka yang berbeda pada setiap rak bukunya. Buku-buku akan dikelompokkan kedalam rak-rak berdasarkan isi dan fungsinya
. Contoh untuk sistem ini yakni :

Klasifikasi Dewey Desimal (DDC)

000
Karya Umum
100
Filsafat
200
Agama
300
Ilmu-ilmu Sosial
400
Ilmu-ilmu Bahasa
500
Ilmu-ilmu Pasti
600
Peng. Praktis
700
Kesenian, OR
800
Kesusasteraan
900
Biografi, Geografi
                              
Rak buku kerkodekan 000 dalam contoh diatas merupaka buku-buku yang berhubungan dengan Karya Umum. Dalam rak ini, dapat ditemukan beberapa buku. Seperti diantaranya Ensiklopedia, Kamus Bahasa Indonesia, Kamus Bahasa Jerman, Kamus Bahasa Korea, dan Kamus Bahasa Jepang. Untuk rak berkode-kan 100 adalah buku-buku yang berhubungan dengan Filsafat. Contoh bukunya adalah buku-buku tentang Sosiologi. Rak selanjutnya, yakni rak 200, adalah rak yang berhubungan dengan mata pelajaran Agama. Baik Islam, Katholik, Kristen, Budha, Hindu, Kong Hu Chu, maupun agama yang lainnya. Rak ini banyak berisikan buku-buku kerohanian. Selain itu, rak ini juga berisikan buku-buku Agama yang digunakan siswa untuk proses belajar mengajar.
Selanjutnya, rak berkode 300. Kelompok buku dalam rak ini adalah kumpulan buku yang berhubungan dengan Ilmu-ilmu Sosial. Seperti buku Mata Pelajaran Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi. Rak berkode 400 adalah kumpulan buku Ilmu-ilmu Bahasa. Dalam rak ini, dapat ditemukan buku-buku Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, kumpulan soal-soal latihan, dan masih banyak lagi.  Untuk rak berkode 500 diisi oleh buku-buku tentang Ilmu-ilmu Pasti (exact). Rak ini berisikan buku-buku mata pelajaran exact, seperti buku Mata Pelajaran Kimia, Matematika, Biologi, baik dari kelas X sampai kelas XII.
Rak 600 berisi buku-buku Pengetahuan Praktis. Seperti buku-buku Ekonomi, Akuntansi, dan buku-buku cara pembuatan surat dengan struktur yang benar.Sedangkan rak berkode 700, berisi buku tentang Kesenian dan Olahraga. Terdapat banyak buku kesenian didalam rak ini. Jika kita ingin mencari tentang budaya-budaya yang dimiliki Indonesia, kita bisa langsung menuju ke rak ini. Selanjutnya rak berkode 800. Rak ini berisi buku-buku Kesusasteraan. Ada banyak kumpulan cerpen dan novel. Rak terakhir adalah rak 900. Rak terakhir ini berisi buku-buku yang berhubungan dengan Biografi dan Sosiologi.
Jika perpustakaan adalah tempat untuk meminjam buku, pasti ada orang-orang yang bertugas menjaga dan melayani para peminjam buku yang ada di perpustakaan. Mereka disebut pustakawan. Jika kita ingin meminjam buku, pustakawan akan melayani dan mencatat buku apa saja yang kita pinjam. Selain itu, tugas pustakawan juga menjaga perpustakaan agar tetap rapi dan tetap berada dalam kondisi yang kondusif. Bisa dibilang, pustakawan adalah unsur terpenting dalam sebuah perpustakaan.
Selain pustakawan, ada banyak unsur-unsur yang terdapat di perpustakaan. Seperti meja da kursi. Tanpa kedua hal tersebut, kita tidak akan bisa membaca buku dengan nyaman. Selain itu juga ada komputer. Biasanya, terdapat beberapa komputer yang dapat digunakan oleh umum. Komputer itu sudah tersambung dengan internet sehingga pengunjung perpustakaan tidak hanya bisa membaca sesuatu melalui buku, tetapi juga bisa melalui media sosial. Selain beberapa hal diatas, unsur yang juga tidak kalah penting adalah tata tertib. Tanpa adanya tata tertib, sebuah perpustakaan bisa-bisa menjadi tempat yang tidak teratur dan tidak terawat.
Cara meminjam buku diperpustakaan tidaklah sulit. Kita hanya harus menunjukkan kartu anggota perpustakaan kita kepada pustakawan. Pustakawan akan mulai mengerjakan tugasnya dengan mencatat nama kita dan buku apa saja yang kita pinjam. Biasanya, perpustakaan mematok batas waktu peminjaman sebuah buku. Jika kita tidak mengembalian buku diwaktu yang sudah ditentukan, kita akan mendapatkan denda. Akan tetapi, kebanyakan perpustakaan tidak mematok denda yang terlalu besar.
Ada banyak fungsi perpustakaan. Dengan perpustakaan, kita dapat menambah ilmu kita. Dengan perpustakaan, kita dapat mengerjakan tugas dengan banyak referensi buku. Dengan perpustakaan, kita bisa menghabiskan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Jadi, gemarlah membaca buku di perpustakaan.  

Selasa, 01 Oktober 2013

SYIFA KHAIRUNNISA/29/MIA 4.1

LAPORAN OBSERVASI PERPUSTAKAAN
Perpustakaan adalah salah satu sarana penting, terutama di bidang pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perpustakaan adalah ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Dalam kehidupan sehari-hari, perpustakaan kerap dikaitkan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran di sekolah maupun universitas.
Perpustakaan menjadi tempat tujuan bagi banyak orang, terutama para pelajar guna memperoleh informasi atau pengetahuan, sumber referensi, dan menyelesaikan tugas. Jenis-jenis buku di perpustakaan sangat beragam isi, bentuk, dan bahasanya. Semakin lengkap jenis buku di perpustakaan tersebut, semakin banyak pula pengunjung yang datang. Namun selain buku, pelayanan di perpustakaan juga disediakan demi kenyamanan dan kesenangan pengunjung. Pelayanan tersebut dapat berupa meja, kursi, alat tulis, komputer, akses internet , pendingin ruangan, kamar mandi, dan beberapa pustakawan yang siap menangani peminjaman dan pengembalian buku.
Berdasarkan klasifikasi Dewey Desimal (DDC),  nomor 000 mengkodekan rak buku yang berisi tentang karya umum, nomor 100 mengkodekan rak buku yang berisi tentang filsafat, nomor 200 mengkodekan rak buku yang berisi tentang agama, nomor 300 mengkodekan rak buku yang berisi tentang ilmu-ilmu sosial, nomor 400 mengkodekan rak buku yang berisi tentang ilmu-ilmu bahasa, nomor 500 mengkodekan rak buku yang berisi tentang ilmu-ilmu pasti, dan nomor 600 mengkodekan rak buku yang berisi tentang pengetahuan praktis.
Di dalam perpustakaan, proses peminjaman dan pengembalian buku memiliki syarat atau tata cara tertentu  yang harus diikuti semua pengunjung. Syarat atau tata cara peminjaman buku yaitu, memiliki kartu perpustakaan dan diserahkan kepada petugas ketika meminjam, isi buku peminjaman dengan judul dan nomor buku  yang dipinjam serta jangan lupa untuk menyertakan tanggal peminjaman dan pengembalian (biasanya tujuh hari setelah peminjaman) , buku yang dapat dipinjam hanya dua buku dalam sekali pinjam, dan untuk lama peminjaman dapat diperpanjang setelah satu minggu meminjam dengan syarat-syarat tertentu. Lalu untuk syarat atau tata cara pengembalian yaitu, kembalikan buku sesuai waktu yang telah ditentukan, isi buku pengembalian dengan judul dan nomor buku yang dipinjam serta jangan lupa untuk menulis tanggal pengembalian, dan kembalikan buku ke tempat semula. Apabila buku yang telah dipinjam rusak atau hilang harus diganti, dan bagi setiap anggota atau pengunjung yang terlambat mengembalikan buku yang dipinjam akan dikenakan denda yang sesuai.
Selain itu, perpustakaan juga memiliki tata tertib yang harus ditaati semua orang yang berada di dalam perpustakaan guna menciptakan kenyamanan dan kelancaran kegiatan selama di perpustakaan. Adapun tata tertib yang ada seperti tidak diperbolehkan untuk membawa makanan atau minuman ke perpustakaan, tidak diperbolehkan membuang sampah sembarangan, kartu anggota tidak boleh digunakan orang lain, tidak diperbolehkan untuk berbicara keras dan berbuat gaduh yang dapat mengganggu pengunjung perpustakaan, merapikan dan mengembalikan buku sesuai tempatnya setelah digunakan, dan lakukan semua proses peminjaman dan pengembalian sesuai prosedur yang ada.


OBSERVASI PERPUSTAKAAN

OBSERVASI PERPUSTAKAAN
RANI PRIHATININGSIH/MIA-4.1/24

Perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang dijadikan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti buku. Perpustakaan juga dapat diartikan sebagai tempat untuk mengoleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan.
Di perpustakaan tersedia buku, rak buku, lemari, komputer, dan di perpustakaan juga terdapat sinyal wi-fi. Perpustakaan dikelola oleh pustakawan ataupun pustakawati. Pustakawan dan pustakawati tersebut mempunyai peranan penting di dalam perpustakaan. Tugas seorang pustakawan dan/atau pustakawati yaitu salah satunya menjaga dan merawat buku yang ada di perpustakaan.
Di dalam perpustakaan terdapat pengklasifikasian buku sesuai dengan Klasifikasi Dewey Desimal (DDC). Ada sepuluh kode untuk membagi kelompok buku dengan jenis yang sama. Satu kode tersebut mewakili satu jenis buku dalam jumlah buku yang ada. Dan kode tersebut berupa angka. Adapun kodenya yaitu, kode 000 untuk buku-buku Karya Umum, kode 100 untuk buku- buku Filsafat, buku- buku Agama dikodekan dengan angka 200, kode 300 untuk Ilmu- Ilmu Sosial, kode 400 untuk Ilmu-Ilmu Bahasa, kode 500 untuk Ilmu-Ilmu Pasti, kode 600 untuk buku-buku Pengetahuan Praktis, kode 700 untuk buku-buku Kesenian dan Olahraga, buku-buku Kesusasteraan berkode 800, dan kode 900 untuk buku-buku Biografi dan Geografi. Buku-buku tersebut tersimpan di dalam rak yang berbeda dan disusun secara rapi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan dalam mencari buku yang diinginkan.
Di dalam kode 000 untuk karya umum terdapat buku-buku seperti ensiklopedia, kamus, dan tafsir. Kode 100 untuk filsafat, maka terdapat buku-buku karya tulis, konsep-konsep, dan metode. Kode 200 untuk agama, terdapat buku pendidikan agama, tanya jawab seputar agama, dan tata cara beragama. Untuk kode 300 yaitu ilmu-ilmu sosial terdapat buku-buku ekonomi, sosiologi, dan global. Kode 400 untuk ilmu-ilmu bahasa, buku-buku yang termasuk dalam kode tersebut contohnya sastra Indonesia, sastra Inggris, dan panduan belajar bahasa asing lainnya. Kode 500 untuk ilmu-ilmu pasti, berisi buku-buku pelajaran, kumpulan soal, dan intisari. Untuk kode 600, yaitu pengetahuan praktis terdapat buku cara pembuatan surat, buku akutansi, buku non fiksi, dan lain-lain. Kode 700, yaitu kesenian dan olahraga, terdapat buku tentang materi olahraga, kesenian daerah, seni rupa, alat gambar, serta kesenian daerah Indonesia. Kode 800 untuk kesusteraaan disana terdapat novel, cerpen, dan puisi. Dan kode 900 yaitu biografi dan geografi terdapat buku-buku sejarah dan geografi.
Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa perpustakaan memiliki peranan penting di dalam kehidupan. Perpustakaan menyimpan banyak buku sebagai jendela dunia. Perpustakaan juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh pelajar seperti kita. Tanpa mengeluarkan biaya yang banyak kita sudah bisa menikmati keaneragaman ilmu dengan membaca buku yang tersedia di dalam perpustakaan. 

Perpustakaan Gudang Ilmu

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perpustakaan mempunyai arti tempat atau gedung yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. Koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan. Ada banyak benda berada di perpustakaan antara lain meja, kursi, rak buku, computer, papan temple, dan papan jadwal. Selain itu perpustakaan tertentu di lengkapi dengan wi-fi atau internet gratis. Perpustakaan dikelola oleh pustakawan dan pustakawati yang menjaga dan mengawasi semua kegiatan di perpustakaan. Di perpustakaan buku dengan kode 000 termasuk dalam buku Karya Umum. Buku berkode 100 adalah buku jenis Filsafat. Yang berkode 200 adalah jenis buku Agama. Yang berkode 300 berjenis buku Ilmu-Ilmu Sosial. Buku berkode 400 berjenis Ilmu-Ilmu Bahasa. Yang berkode 500 berjenis Ilmu-Ilmu Pasti. Buku yang berkode 600 berjenis buku Pengetahuan Praktis. Buku berkode 700 adalah buku jenis Kesenian dan Olahraga. 800 adalah kode untuk buku yang berjenis Kesusteraan. Dan yang terakhir 900 kode untuk jenis buku Biografi dan Geografi. Buku yang termasuk dalam Karya Umum antara lain Ensiklopedia, Kamus, dan Karya Umum. Buku Karya dan Sejarah Pahlawan termasuk buku jenis Filsafat. Buku yang tergolong dalam jenis Agama, yaitu Bimbel Agama, Modul, Atikel, dan Kitab. Sedangkan buku Ekonomi dan Politik termasuk dalam golongan Ilmu-Ilmu Sosial. Ilmu-Ilmu Bahasa terdiri atas buku panduan untuk Bahasa Jepang, Indonesia, Inggris, Korea, dan Jerman. Jenis buku ilmu-ilmu pasti terdiri atas buku IPA dan Matematika. Selain jenis Ilmu-Ilmu pasti ada pula jenis buku Pengetahuan Pasti. Jenis buku tersebut terdiri dari buku Fisika, Biologi, dan Kimia. Buku Seni Budaya dan Olahraga termasuk dalam jenis buku Kesenian dan Olahraga. Buku jenis Kesusteraan meliputi Novel dan Kumpulan Cerpen. Dan yang terakhir buku berjenis Biografi dan Geografi. Oleh : Retyan Shinta Palupi/26