Rabu, 18 Desember 2013

Bahasa Indonesia Dengan Kurikulum 2013 

 Oleh: Yoga Sugama/30

Satu semester bersama kurikulum 2013 telah dilalui. Ini menjadi pengalaman tersendiri bagi kami anak SMAN 1 SALATIGA 2013/2014, sebagaimana SMAN 1 sebagai piloting dari pelaksanaan kurikulum 2013 di kota Salatiga. Semua pelajaran tak terkecuali Bahasa Indonesia sudah menggunakan kompetensi dari kurikulum 2013, hal ini menjadikan antusias para guru dan siswa.
Mendengar isu bahasa Indonesia akan menjadi bahasa pengantar di daerah Asia, kita perlu membenahi etika berbahasa Indonesia yang benar, hal ini menjadi salah satu sebab standard kompetensi kurikulum 2013.
Pada kurikulum ini, materi pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan metode pendekatan dengan menggunakan teks, hal ini diharapkan dapat membangun siswa berpikir lebih kompleks dan lebih kritis terhadap kehidupan nyata.
Kurikulum 2013 mengisyaratkan sebuah proses pembelajaran melalui Scientific Approach (Pendekatan Ilmiah).Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan diraih apabila siswa mampu melakukan langkah-langkah scientific, yaitu : mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Oleh karena itu, siswa diharapkan untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran mencakup tiga penilaian, yaitu : afektif(sikap), kognitif(pengetahuan),dan psikomotorik(Keterampilan) ini meliputi memahami teks, menganalisis, mengolah, membedah, menyimpulkan,dan mencipta. Pada kurikulum ini juga ditekankan siswa tidak hanya terpaku pada pembahasan oleh guru, siswa diharap aktiv dalam mencari dan memahami dari sumber lain, dalam hal ini guru sebagai sarana berdiskusi aktiv.
Dengan adanya kurikulum 2013 ini, diharap bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) di Indonesia serta mewujudkan etika baik dan nasionalisme yang sedang digencar-gencarkan pemerintah Indonesia saat ini.

Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Kurikulum 2013 tercatat sebagai perubahan ketiga selama era reformasi. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang di sebut-sebut mengalami perombakan total dalam Kurikulum 2013. Bila dalam Kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa dan bersastra, maka dalam Kurikulum 2013 ini Bahasa Indonesia di gunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar. Hal ini di latarbelakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Dari studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2011, hanya 5 persen peserta didik Indonesia yang mampu memecahkan persoalan yang membutuhkan pemikiran, sedangkan sisanya 95 persen hanya sampai pada level menengah, yaitu memecahkan persoalan yang bersifat hafalan.
Angka tersebut sangat memperihatinkan, maka kurikulum 2013 di harapkan mampu meningkatkan presentase peserta didik di Indonesia yang mampu memecahkan persoalan dengan pemikiran. Apabila angka tersebut dapat meningkat, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat menjadi negara maju dalam berbagai bidang. Semua itu tentu saja tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, tetapi butuh perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Kemampuan dan keterampilan menalar yang sedang di kembangkan oleh kurikulum 2013 dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya bermanfaat untuk mata pelajaran tersebut. Namun, bermanfaat juga untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan lain-lain.
Dalam kurikulum 2013, penilaian di titik beratkan pada tiga aspek, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik masing-masing siswa. Penilaian tersebut sangat berguna untuk peserta didik agar peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja. Namun, peserta didik juga diharapkan memiliki kecerdasan sikap dan perilaku agar peserta didik dapat terjun di masyarakat.
Dalam kurikulum 2013 ini, peserta didik di harapkan mempunyai rasa ingin tahu yang besar agar di dalam kegiatan pembelajaran terjadi komunikasi yang baik antara peserta didik dengan guru. Selain peserta didik yang harus bersikap kritis, guru juga harus mengetahui perkembangan peserta didiknya satu persatu. Salah satu keberhasilan kurikulum 2013 antara lain komunikasi yang baik antara peserta didik dengan guru. Guru juga harus menguasai materi-materi yang akan disampaikan dengan baik agar tidak terjadi kekeliruan yang mengakibatkan peserta didik tidak dapat menguasai materi dengan jelas dan benar.
Kurikulum 2013 yang sedang berjalan saat ini membawa perubahan yang sangat besar di segala bidang dan diharapkan dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih maju serta mencapai cita-cita bangsa ini yang terdapat pada pembukaan UUD’45.
Dhimas Abie Thoyib
MIA 4-1 / 12

Selasa, 17 Desember 2013

tugas teks eksposisi bahasa indonesia Abi Hidayat/01

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KURIKULUM 2013

     Suasana baru pada tahun ajaran 2013/2014 yang serentak dimulai, menjadi momemtum menarik. Betapa tidak, sedikitnya 6.325 sekolah negeri dan 1.448 sekolah mandiri di 295 kabupaten / kota, di 33 provinsi, telah mengimplementasikan kurikulum 2013.
    Hampir semua mata pelajaran mengimplementasikan kurikulum 2013. Tak terkecuali dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Di kurikulum 2013 terjadi perubahan dari kurikulum Sebelumnya, yaitu KTSP 2006. Berdasarkan Kurikulum 2013 siswa menggunakan Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir. Hal ini diungkapkan Prof Fathur Rokhman MHum dalam Seminar Nasional Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI), Sabtu (3/11). 
       “Pembelajaran Bahasa saat ini merupakan pembelajaran berbasis teks, dimana untuk jenjang SD akan diajarkan sebanyak 30 jenis teks, SMP 45 jenis teks, dan SMA 60 jenis teks. Dengan pembelajaran berbasis teks siswa akan dituntut untuk bisa menganalisis dan berimajinasi,” tambahnya.
       Dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia , siswa lebih berperan aktif daripada guru. Hal itu dirasa sudah sesuai harapan pada kurikulum 2013 yaitu guru hanya sebagai pembimbing dan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Walaupun masih banyak siswa yang kurang aktif didalam proses belajar mengajar.
       Pembelajaran berbasis Content Languange Integrated Learning (CLIL) juga diterapkan pada kurikulum 2013. CLIL merupakan merupakan pengajaran bahasa yang mengintegrasikan antara isi dan bahasa. Pengajaran berbasis CLIL berfokus pada makna bahasa daripada bentuk bahasa itu sendiri.
      Dengan demikian, di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 diharapkan pembelajaran yang lebih baik dan menyenangkan, sehingga siswa mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan, dan tercipta generasi yang lebih baik

Teks Eksposisi


Sistem Pembelajaran Kurikulum 2013

Untuk kesekian kalinya , kritik kembali menghantam kurikulum baru atau yang lebih dikenal dengan kurikulum 2013 .  Terutama dalam hal materi pembelajaran , konteks dalam buku , dan kapasitas guru yang rendah dalam menyusun kurikulum .

Menurut beberapa siswa, banyak diantara mereka yang mengeluhkan tentang carut marutnya sistem kurikulum 2013 . Diantaranya adalah kesulitan penyesuaian siswa dengan materi baru dikarenakan buku yang menjadi pegangan siswa tidaklah lengkap .

Diantara sekian banyak kompenen mata pelajaran kurikulum 2013 hanya terdapat buku panduan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika , dan Sejarah . Sedangkan untuk buku mata pelajaran lainnya belumlah tersedia .  

Buku yang telah tersedia itu juga tidak terhindar dari kritik . Buku Bahasa Indonesia misalnya banyak sekali konten yang tidak sesuai atau tidak sejalan dengan pemikiran guru.

Juga banyak guru yang juga mengeluhkan kurikulum baru ini . Kurangnya pelatihan atau seminar menjadi salah satu alasan kenapa guru sulit menerapkan kurikulum ini dalam kegiatan belajar mengajar . Hal itu mengakibatkan para murid yang bingung dengan materi yang mereka terima .

"Selama ini banyak guru kesusahan mengubah kebiasaan dari menerima isi kurikulum apa adanya lalu tiba-tiba diminta menyusun KTSP. Apalagi di kurikulum 2013 prinsipnya integrasi, banyak materi," ujar salah seorang anggota Dewan Pendidikan DIY, Profesor Buchori .  

Selain itu , banyaknya materi yang harus diterima siswa membuat jam pelajaran menjadi lama dan para siswa pulang dalam waktu sore . Tentunya hal itu mengakibatkan para siswa kelelahan terutama bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah , dan mengurangi kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran .

Salah satu contoh adalah diterapkannya kurikulum 2013 dalam bidang Bahasa Indonesia. Keterangan dari Mahsun (2013) mengatakan bahwa semua pelajaran bahasa Indonesia mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) berbasis teks. Dengan berbasis teks, siswa menggunakan bahasa tidak saja hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir.

Hal itu sudah terlihat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sudah para siswa lalui selama satu semester  . Para siswa membutuhkan kemampuan berpikir lebih ketika pembelajaran dibanding dengan sistem kurikulum sebelumnya . Juga , dalam kurikulum baru ini lebih banyak ditekankan pada aspek budi pekerti , hal itu juga dirasakan para siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia . Banyak sekali komponen dalam teks buku Bahasa Indonesia untuk kurikulum 2013 yang mengajarkan mengenai nilai nilai budi pekerti .

Selain itu , kami juga dituntut lebih aktif dalam pembelajaran .Hal itu dibuktikan dengan lebih seringnya guru bertanya kepada para siswa , sehingga siswa mampu berpikir kreatif dan tidak hanya menerima penjelasan dari guru . Hal itu membuat para siswa mudah mengingat mengenai materi yang disampaikan .

Tidak hanya Bahasa Indonesia , penerapan kurikulum baru juga berlaku di seluruh mata pelajaran .Khususnya pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia , dan Sejarah . Diantara sekian banyak mata pelajaran itulah , penerapan kurikulum baru yang sudah sangat sesuai dan tepat sasaran pada bidang Bahasa Indonesia .

Walaupun sudah cukup bagus , kurikulum 2013 harus terus berbenah . Banyak sekali komponen dalam sistem belajar mengajar yang harus diperbaiki dan dibenahi, terutama pada hal materi pembelajaran , konteks buku , dan tenaga pengajar .




MIA 4.1 / 005
Alda Oktaviani Miftah Putri 

TEKS EKSPOSISI RIVI MONICA



PANDANGAN TENTANG KURIKULUM 2013
Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan sejak periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006 yang berlaku sampai akhir tahun 2012 lalu. Pergantian Kurikulum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta rancangan pembelajaran yang ada di sekolah. Menurut beberapa pakar, perubahan kurikulum dari masa ke masa, baik di Indonesia maupun di negara lain, disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya selalu berkembang dan tuntutan zaman yang cenderung berubah. Perkembangan kurikulum dianggap sebagai penentu masa depan anak bangsa. Oleh karena itu, kurikulum yang baik akan sangat diharapkan dapat dilaksanakan di Indonesia sehingga akan menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara.
Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen, evaluasi, prinsip, metode, maupun model pengembangan kurikulum.
Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2013-2014 pada sekolah yang ditunjuk Pemerintah, maupun sekolah yang siap melaksanakannya. Artinya sampai Bulan September 2013 ini, sudah 3 bulan kurikulum baru dilaksanakan. Kurikulum 2013 ini dapat memajukan pola pikir siswa. Hal ini akan membuat siswa menjadi lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam segi pembelajaran maupun dalam segi praktiknya.
 Aspek yang dinilai dalam kurikulum 2013 ini tidak hanya penilaian dari segi pembelajaran, tetapi dari berbagai aspek lain, seperti nilai kesopanan, religi, praktik, sikap dan lain lain. Melalui aspek aspek ini siswa tidak hanya pandai dalam segi pembelajaran tetapi akan membentuk karakter yang baik pada siswa. Siswa dapat menerapkan hal hal yang dipelajarinya secara keseluruhan.
Pada kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk berfikir kreatif, aktif dan inovatif dalam pemecahan masalah. Bersikap aktif akan membantu siswa memperoleh pembelajaran lebih dengan cara banyak bertanya dan mengeluarkan pendapat. Berfikir kreatif akan membantu siswa berkreasi dengan berbagai hal dalam praktik kehidupannya. Bersikap inovatif dalam memecahkan masalah dengan cepat dan mudah.
Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan, misalnya keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan juga diterapkan pada kurikulum 2013 ini. Dengan kewirausahaan, siswa dapat belajar berbagai cara berwirausaha dalam berbagai bidang. Contohnya di SMA Negeri 1 Salatiga ini. Di SMA Negeri 1 ini diterapkan pembelajaran prakarya dalam 4 bidang, yaitu rekayasa, pengolahan, kerajinan dan budidaya. Kegiatan tersebut dapat diperoleh siswa sesuai dengan minat masing masing.
Dengan pembelajaran kurikulum 2013 ini diharapkan dapat memajukan pendidikan. Penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan akan membentuk generasi penerus bangsa yang baik dengan skills yang baik pula.


RIVI MONICA PRATIWI
MIA 4/25

Agnindya Puri / 03 Teks Eksposisi

Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum 2013

            Kurikulum 2013 akhirnya telah mengakhiri semester perdananya. Yaitu semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Perasaan lega dirasakan oleh siswa-siswi SMAN 1 Salatiga yang menjadi salah satu peserta piloting Kurikulum 2013 di Salatiga, karena bisa melewatinya dengan baik dan lancar.
            Pada kurikulum 2013 ini, semua mata pelajaran, termasuk pelajaran Bahasa Indonesia, diharapkan menerapkan standar kompetensi inti yang telah disusun dengan sangat baik oleh tim penyusun kurikulum 2013 dari Kemendikbud. Dan menurut saya, pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Salatiga telah sesuai dengan yang diamanatkan di dalam kurikulum 2013.
            Di dalam kurikulum 2013, penilaian dititik beratkan kepada tiga aspek, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Adanya sistem penilaian tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kecerdasan yang seimbang antara kecerdasan otak - otot dan juga ketajaman pikiran - hati. Pengukuran tingkat ketajaman hati dapat dilakukan dengan angket penilaian diri sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Lalu, kecerdasan otot dan otak bisa dinilai dengan ulangan harian serta keefektifitasan waktu dalam pengumpulan tugas. Penggunaan media blog internet, sebagai media pengumpulan tugas, membuat kita tidak perlu mengeluarkan banyak materi, waktu, dan biaya.
            Pada kurikulum ini, materi pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis teks. Hal ini diterapkan untuk membangun sturuktur berpikir siswa secara lebih kompleks. Pembelajaran teks membawa siswa sesuai dengan perkembangan mentalnya sehingga dapat menyelesaikan masalah kehidupan nyata dengan berpikir kritis. Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk kelas X memuat banyak materi yang lebih menekankan  siswa pada aspek pengembangan sikap. Siswa dikenalkan dengan ilmu-ilmu alam, ekonomi, sosial, dan politik. Dengan hal tersebut, siswa diharapkan untuk mengagumi dan mensyukuri kebesaran Tuhan, menjaga dan melestarikan alam, menghargai dan menghormati pendapat orang lain, berpendapat sesuai norma kesopanan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
            Kurikulum 2013 mengisyaratkan sebuah proses pembelajaran melalui Scientific Approach (Pendekatan Ilmiah). Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan diraih apabila siswa mampu melakukan langkah-langkah scientific mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Oleh karena itu, siswa diharapkan untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam proses pembelajaran khususnya Bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia,  tentu tidak luput dari peran guru dalam rangka menciptakan siswa yang aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh karena itu, penggunaan media dan metode pembelajaran sangat penting bagi guru. Hal itu diharapkan supaya siswa lebih tertarik untuk mendalami pembelajaran Bahasa Indonesia.

            Dengan adanya berbagai manfaat yang dapat diambil di dalam kurikulum 2013, sebaiknya program ini tetap dilanjutkan dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam prakteknya. Kami sebagai pelajar dan warga negara Indonesia terus berharap serta mendoakan agar pendidikan di Indonesia terus dapat berkembang dan lebih baik di tahun-tahun berikutnya. 

Teks Eksposisi



Maela Rizky Kusumastuti (17/MIA.4.1)
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013
Pendidikan adalah salah satu faktor terpenting dalam menyertai suksesnya seseorang. Saat ini, sistim pendidikan di Indonesia telah mengalami banyakperkembangan, terutama dalam segi pembelajaran. Hal tersebut bertujuan untuk  menunjang  tingkat kualitas pendidikan di Negara kita ini. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan capaian pendidikan di Indonesia. Orientasi diberlakukannya kurikulum 2013 yaitu terjadinya peningkatan kompetensi sikap, keterampilan, serta pengetahuan siswa. Pengembangan kurikulum 2013 tersebut berdasarkan pada perubahan proses pembelajaran dari pola siswa yang semula diberi tahu, menjadi mencari tahu. Selain itu, proses penilaiannya juga berbasis pada proses-output yaitu penilaian kognnitif, afektif, dan psikomotor.
Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan dalam beberapa jenjang pendidikan di Indonesia. Salah satunya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu di SMA Negeri 1 Salatiga. Dengan diberlakukannya kurikulum 3013 ini, siswa lebih dituntut untuk aktif, kreatif dan kritis dalam menerima dan menyampaikan pendapatdi setiap mata pelajaran. Terutama dalam pelajaraan Bahasa Indonesia.
Pada kurikulum 2013, guru pengampu juga dituntut untuk menerapkan pendekatan secara saintifik pada siswa. Yaitu pendekatan yang menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara lebih intens, kreatif, dan mandiri. Peserta didik dilibatkan langsung di dalam proses pembelajaran. Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan tampak jika peserta didik mampu melakukan langkah-langkah saintifik mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.
Terdapat beberapa perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum lama (KTSP/2006). Pada kurikulum 2013 terjadi banyak perubahan, terutama dalam sistim pembelajaran antara murid dan guru. Salah satu perubahan yang paling mendasar dalam kurikulum 2013 adalah penambahan jam pelajaran untuk beberapa mata pelajaran, termasuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penambahan jam pelajaran ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi peserta didik. Aspek mebaca dan menulis secara produktif merupakan salah satu hal yang sangat ditekankan. Sehubungan dengan itu, kesiapaan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan hal mutlak yang harus segera dilakukan. Guru Bahasa Indonesia benar-benar harus mampu mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki peserta didik.
Namun demikian, kurikulum 2013 ini tentu saja mempunyai kelemahan.Kelemahan pertama, kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.Kelemahan penting lainnya, yaitu pengintegrasian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat karena rumpun ilmu mata pelajaran-mata pelajaran itu berbeda.
Dengan demikian, diberlakukannya kurikulum 2013 merupakan suatu kemajuan di dalam dunia pendidikan Indonesia yang berimplikasi pada masa depan anak bangsa yang cerah. Dituntutnya siwa untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah bertujuan untuk menciptakan generasi bangsa dengan kualitas pendidikan yang patut diakui. Oleh karena itu,sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 pada tahap awal seharusnya lebih siap karena bagaimanapun nantinya sekolah itu akan menjadi tolok ukur bagi sekolah lain.





Senin, 16 Desember 2013

Teks Eksposisi

Afriska Yusuf  Widyamto ( 02 )
 
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013

Pendidikan di Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum mulai dari KBK, KTSP, dan sekarang kurikulum 2013. Orientasi pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang seimbang antara sikap, keterampilan dan pengetahuan. Pada pembelajaran bahasa indonesia kurikulum 2013, menggunakan cara pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Melalui pengembangan kurikulum seperti ini, para peserta didik SMA/MA dan sederajat diharapkan tidak hanya memiliki jumlah pengetahuan dan kemampuan teknis dalam berbahasa seta memahami bahasa tetapi juga sikap dan karakter sebagai individu, anggota masyarakat, dan warga negara Indonesia yang baik.
Banyak aspek dalam pengembangan kurikulum 2013, mulai dari kompetensi lulusan, struktur kurikulum, materi pembelajaran, proses pembelajaran, standar penilaian, hingga pengelolaan kurikulum itu sendiri. Dalam kurikulum 2013,  kompetensi lulusan harus lengkap memuat aspek-aspek karakter seperti, keterampilan yang relevan, dan pengetahuan bahasa indonesia yang memadai.
            Kurikulum 2013 tentang Bahasa Indonesia merupakan suatu metode yang sesuai untuk  diterapkan pada peserta didik SMA/MA dan sederajat karena telah memenuhi standar yang telah diberlakukan pemerintah. Selain itu kurikulum ini memberikan ruang kepada peserta didik agar bisa mengembangkan diri dan tidak terpaku pada pembelajaran yang ada. Hal Ini merupakan langkah awal pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan kurikulum 2013.
Proses pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah yaitu sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik) secara proporsional melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran bahasa indonesia meliputi menggali informasi, mengolah, menyajikan, menganalisis, menalar, menyimpulkan, dan mencipta.
Harapannya dengan perubahan terus menerus dalam metode pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadikan Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang bisa meningkatakan rasa nasionalisme serta menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional.