Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Seiring dengan penerapan Kurikulum 2013,
pembelajaran yang diharapkan oleh pemerinah mengarah pada kemampuan anak dalam
memahami konsep-konsep ilmu setiap pelajaran atau diindikasikan dengan bentuk
pertanyaan, kemampuan anak dalam memberikan respons atau sikap terhadap materi
yang ia pelajari atau diindikasikan dengan bentuk pertanyaan. Sejalan
dengan itu, penerapan kurikulum 2013 diharapkan memberi kontribusi yang
signifikan terhadap setiap mata pelajaran. Pada akhirnya, kurikulum 2013 dapat berpengaruh
besar menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif.
Ada yang mendukung penerapan Kurikulum 2013 dan ada yang
bernada tidak setuju, perlu dikaji ulang, dan lain-lain. Lalu bagaimana penerapan mata
pelajaran Bahasa Indonesia? Jika dikaitkan dengan
pembelajaran bahasa Indonesia, yang kenyataaanya selama ini masih menyuguhkan
teks-teks yang lepas dan bukan merupakan teks yang utuh. Dengan kata lain,
teks-teks yang disajikan dalam buku pembelajaran hanya berupa potongan-potongan
paragraf. Dalam penerapannya, potongan-potongan paragraf tersebut tentu tidak
akan memuat keseluruhan informasi secara utuh.
Jika soal-soal yang
diberikan masih seputar kebahasaan, tentunya tidaklah terlalu kita
permasalahkan. Namun, bagaimana dengan pembelajaran Bahasa Indonesia yang
berkaitan dengan kesastraan patutlah kita permasalahkan. Cakupan sastra itu
memuat dua wilayah kajian. Pertama, sastra masuk dalam kajian kebahasaan. Kedua,
sastra juga termasuk dalam kajian wilayah seni. Sastra masuk dalam kajian
bahasa jelas memberi isyarat bahwa dalam menghasilkan karya sastra tersebut
harus menggunakan bahasa sebagai media utamanya. Tanpa bahasa tentulah sastra
tidak ada. Demikian pula, sastra termasuk dalam kajian seni karena selain
sastra berkitan dengan bahasa tentulah sastra juga berkaitan dengan hasil imajinasi/pemikiran
pengarangnya. Dalam sastra itu, ada nilai-nilai yang didapatkan. Nilai sastra
tersebut salah satunya nilai estetika. Oleh karena itu, setelah kita membaca
salah satu karya sastra ada rasa puas atau bahkan menyenangkan. Selama ini
masih tersaji bentuk-bentuk cuplikan sastra padahal keutuhan isi cerita
tersebut belum memadai sehingga jawaban bisa berbeda beda pada tiap guru.
Pada kurikulum 2013 ini
diharapkan dengan bentuk soal-soal yang berbasis teks akan membawa
perubahan dalam setiap materi pelajaran umumnya dan khususnya materi Bahasa
Indonesia sehingga siswa Indonesia semakin cerdas, kreatif, dan inovatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar