Selasa, 17 Desember 2013

Agnindya Puri / 03 Teks Eksposisi

Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum 2013

            Kurikulum 2013 akhirnya telah mengakhiri semester perdananya. Yaitu semester gasal tahun ajaran 2013/2014. Perasaan lega dirasakan oleh siswa-siswi SMAN 1 Salatiga yang menjadi salah satu peserta piloting Kurikulum 2013 di Salatiga, karena bisa melewatinya dengan baik dan lancar.
            Pada kurikulum 2013 ini, semua mata pelajaran, termasuk pelajaran Bahasa Indonesia, diharapkan menerapkan standar kompetensi inti yang telah disusun dengan sangat baik oleh tim penyusun kurikulum 2013 dari Kemendikbud. Dan menurut saya, pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Salatiga telah sesuai dengan yang diamanatkan di dalam kurikulum 2013.
            Di dalam kurikulum 2013, penilaian dititik beratkan kepada tiga aspek, yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Adanya sistem penilaian tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kecerdasan yang seimbang antara kecerdasan otak - otot dan juga ketajaman pikiran - hati. Pengukuran tingkat ketajaman hati dapat dilakukan dengan angket penilaian diri sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Lalu, kecerdasan otot dan otak bisa dinilai dengan ulangan harian serta keefektifitasan waktu dalam pengumpulan tugas. Penggunaan media blog internet, sebagai media pengumpulan tugas, membuat kita tidak perlu mengeluarkan banyak materi, waktu, dan biaya.
            Pada kurikulum ini, materi pembelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis teks. Hal ini diterapkan untuk membangun sturuktur berpikir siswa secara lebih kompleks. Pembelajaran teks membawa siswa sesuai dengan perkembangan mentalnya sehingga dapat menyelesaikan masalah kehidupan nyata dengan berpikir kritis. Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk kelas X memuat banyak materi yang lebih menekankan  siswa pada aspek pengembangan sikap. Siswa dikenalkan dengan ilmu-ilmu alam, ekonomi, sosial, dan politik. Dengan hal tersebut, siswa diharapkan untuk mengagumi dan mensyukuri kebesaran Tuhan, menjaga dan melestarikan alam, menghargai dan menghormati pendapat orang lain, berpendapat sesuai norma kesopanan, serta menjunjung tinggi sportivitas.
            Kurikulum 2013 mengisyaratkan sebuah proses pembelajaran melalui Scientific Approach (Pendekatan Ilmiah). Dalam pendekatan ini, keberhasilan akan diraih apabila siswa mampu melakukan langkah-langkah scientific mulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Oleh karena itu, siswa diharapkan untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam proses pembelajaran khususnya Bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia,  tentu tidak luput dari peran guru dalam rangka menciptakan siswa yang aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh karena itu, penggunaan media dan metode pembelajaran sangat penting bagi guru. Hal itu diharapkan supaya siswa lebih tertarik untuk mendalami pembelajaran Bahasa Indonesia.

            Dengan adanya berbagai manfaat yang dapat diambil di dalam kurikulum 2013, sebaiknya program ini tetap dilanjutkan dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam prakteknya. Kami sebagai pelajar dan warga negara Indonesia terus berharap serta mendoakan agar pendidikan di Indonesia terus dapat berkembang dan lebih baik di tahun-tahun berikutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar