Minggu, 15 Desember 2013

Eksposisi Kurikulum 2013 Diky Renaldi MIA 4.1/14

Penerapan Kurikulum 2013
 
         Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014 di beberapa sekolah, termasuk SMA N 1 Salatiga yang di tunjuk oleh pemerintah sebagai piloting kurikulum baru ini. Pada tanggal 15 Juli 2013 silam, 6.329 sekolah dari jenjang SD hingga SMA telah diresmikan sebagai sekolah yang menggunakan sisem kurikulum 2013. Kurikulum 2013 berbeda dengan  kurikulum yang sebelumnya, karena penjurusan minat sejak mulai pendaftaran. Kebijakan tersebut bertujuan agar siswa lebih fokus mempelajari sesuai dengan minat dan bakatnya. Kurikulum 2013 mengarah ke 3 ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.

        Pada kurikulum ini, interaksi antara murid dengan guru sangat di butuhkan. Siswa di tuntut aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Siswa pun juga dinilai dari sikap dan budi pekertinya. Menurut Meutia Hatta, tahap yang paling utama untuk mengembangkan kurikulum 2013 adalah mempersiapkan kemampuan para guru. Kurikulum 2013 pun menuntut proses belajar mengajar berbasis IT(Informasi dan Teknologi).

        Para siswa dituntut agar lebih mandiri karena untuk memecahkan suatu masalah atau materi yang di berikan, guru tidak langsung memberikan jawaban atau mendikte, tetapi para siswa di tuntut untuk mengamati terlebih dahulu, mencari tahu, menalar, mencoba dan mengkomunikasi kan hasil belajar kepada guru dan teman sekelas. Diharapkan sistem belajar seperti itu dapat berpotensi menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan berakhlak mulia. Dan kurikulum ini juga di harapkan dapat memajukan pendidikan Indonesia di tingkat dunia. Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-64 dari 127 negara di dunia. Sangat jauh di bandingkan dengan Belanda, negara yang telah menjajah Indonesia selama 350 tahun ini berada di peringkat 3 dunia.

        Menurut saya dan beberapa siswa yang sependapat dengan saya, kurikulum 2013 ini masih membingungkan. Masih banyak siswa dan mungkin guru yang belum paham dengan 3 ranah tersebut. Seharusnya, para siswa di berikan workshop tentang kurikulum 2013, tidak hanya tentang sistem SKS. Jika semua pihak sudah paham dan mengerti tentang kurikulum 2013, pasti proses belajar mengajar tidak membosankan. Terbukti di mata pelajaran Bahasa Indonesia, pelajarannya lumayan mengasikkan dan dapat menghilangkan stres setelah pelajaran MIPA(Matematika dan IPA).

        Jadi, kurikulum 2013 ini mengajak siswa lebih mandiri dengan pendekatan scientific. Kurikulum 2013 harus diperbaiki dan disempurnakan lagi, karena sebetulnya kurikulum ini menarik dan tidak membosankan jika guru yang mengajar juga tidak membosankan yang tentunya menerapkan prosedur yang baik dan tepat. Kurikulum 2013 harus bisa memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia dan bisa menyaingi negara-negara lain yang mutu pendidikannya jauh lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar