Selasa, 17 Desember 2013

TEKS EKSPOSISI RIVI MONICA



PANDANGAN TENTANG KURIKULUM 2013
Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan sejak periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006 yang berlaku sampai akhir tahun 2012 lalu. Pergantian Kurikulum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta rancangan pembelajaran yang ada di sekolah. Menurut beberapa pakar, perubahan kurikulum dari masa ke masa, baik di Indonesia maupun di negara lain, disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya selalu berkembang dan tuntutan zaman yang cenderung berubah. Perkembangan kurikulum dianggap sebagai penentu masa depan anak bangsa. Oleh karena itu, kurikulum yang baik akan sangat diharapkan dapat dilaksanakan di Indonesia sehingga akan menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara.
Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen, evaluasi, prinsip, metode, maupun model pengembangan kurikulum.
Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2013-2014 pada sekolah yang ditunjuk Pemerintah, maupun sekolah yang siap melaksanakannya. Artinya sampai Bulan September 2013 ini, sudah 3 bulan kurikulum baru dilaksanakan. Kurikulum 2013 ini dapat memajukan pola pikir siswa. Hal ini akan membuat siswa menjadi lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam segi pembelajaran maupun dalam segi praktiknya.
 Aspek yang dinilai dalam kurikulum 2013 ini tidak hanya penilaian dari segi pembelajaran, tetapi dari berbagai aspek lain, seperti nilai kesopanan, religi, praktik, sikap dan lain lain. Melalui aspek aspek ini siswa tidak hanya pandai dalam segi pembelajaran tetapi akan membentuk karakter yang baik pada siswa. Siswa dapat menerapkan hal hal yang dipelajarinya secara keseluruhan.
Pada kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk berfikir kreatif, aktif dan inovatif dalam pemecahan masalah. Bersikap aktif akan membantu siswa memperoleh pembelajaran lebih dengan cara banyak bertanya dan mengeluarkan pendapat. Berfikir kreatif akan membantu siswa berkreasi dengan berbagai hal dalam praktik kehidupannya. Bersikap inovatif dalam memecahkan masalah dengan cepat dan mudah.
Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan, misalnya keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan juga diterapkan pada kurikulum 2013 ini. Dengan kewirausahaan, siswa dapat belajar berbagai cara berwirausaha dalam berbagai bidang. Contohnya di SMA Negeri 1 Salatiga ini. Di SMA Negeri 1 ini diterapkan pembelajaran prakarya dalam 4 bidang, yaitu rekayasa, pengolahan, kerajinan dan budidaya. Kegiatan tersebut dapat diperoleh siswa sesuai dengan minat masing masing.
Dengan pembelajaran kurikulum 2013 ini diharapkan dapat memajukan pendidikan. Penerapan pendidikan karakter dan kewirausahaan akan membentuk generasi penerus bangsa yang baik dengan skills yang baik pula.


RIVI MONICA PRATIWI
MIA 4/25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar