Senin, 16 Desember 2013

Eksposisi (Retyan Shinta P. / 24)

Kurikulum 2013

            Sekarang ini pemerintah telah mengeluarkan kurikulum baru yang disebut dengan kurikulum 2013. Kurikulum ini telah diterapkan pada beberapa sekolah di seluruh Indonesia. Seperti halnya SMA Negeri 1 Salatiga juga telah menerapkan kurikulum 2013.
            Sebenarnya perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya tidak jauh berbeda. Hanya saja pada kurikulum 2013 siswa dituntut lebih aktif pada saat program pembelajaran. Dan juga guru lebih dituntut untuk lebih inovatif dalam melakukan pembelajaran atau dengan kata lain tidak terlalu terpaku pada buku.
            Sebenarnya dengan kurikulum 2013 ini sangat berpengaruh dalam menciptakan peserta didik yang lebih produktif, kreatif, aktif, dan inivatif yang melalui berbaagai aspek seperti penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi. Bahkan bentuk penilaian pada kurikulum 2013 tidak hanya terpaut pada hasil pembelajaran para siswa. Namun, dimulai dari proses hingga hasil pembelajaran para siswa. Dengan diadakannya kurikulum 2013 membuat siswa dan guru menjadi lebih dekat karena guru menjadi sangat komunikatif dan terbuka dengan siswa. Sehingga membuat para siswa dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran tanpa adanya rasa canggung.
            Walaupun banyak manfaat dan pendukung dengan adanya kurikulum 2013 tidak sedikit yang tidak menyukai penerapan kurikulum 2013, contohnya para siswa. Mereka tidak menyukai kurikulum 2013 karena mereka menganggap bahwa kurikulum 2013 ini membingungkan dan lebih menyusahkan daripada kurikulum sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut seharusnya para siswa perlu mendapat penjelasan lebih lanjut tentang kurikulum 2013.
            Pada dasarnya kurikulum 2013 lebih menarik dan menguntungkan daripada kurikulum sebelumnya, karena dapat membuat siswa menjadi lebih produktif pada saat melakukan proses pembelajaran. Namun, karena banyak pihak yang belum mengerti secara jelas mengenai penerapan Kurikulum 2013 ini, membuat pandangan acuh tak acuh mengenai pelaksanaannya. Walaupun demikian tidak sedikit penerapan kurikulum 2013 yang berhasil, contohnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Salatiga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar