Jumat, 13 Desember 2013

Saniati Nur Azizah (MIA 4/26)

Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2013

Keberhasilan suatu negara dapat dilihat dari keberhasilan bangsanya dalam dunia pendidikan. Salah satu pokok bahasan pendidikan adalah pembelajaran Bahasa Indonesia. Berkaitan dengan kurikulum 2013 yang berbasis karakter, telah memfungsikan bahasa Indonesia sebagai penghantar ilmu pengetahuan antar mata pelajaran. Selain itu juga lebih mengutamakan proses daripada hasil, sehingga siswa mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai pendidikan dalam kehidupan.
Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dirancang untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa depan, dengan memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum 2013 ini dilaksanakan melalui Pendekatan Scientific. Pendekatan ini menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan komunikasi. Lima aspek ini harus benar-benar terlihat pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum 2013 diterapkan melalui beberapa tahapan yaitu membangun konteks, membangun teks secara bersama antara guru dan siswa, membangun teks mandiri dan pada akhirnya dapat menyusun teks secara terampil. Selain itu juga menjadikan peserta didik yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pakar pendidikan Arief Rachman mengatakan, pemerintah harus menargetkan perubahan perilaku yang baik pada peserta didik sebagai tujuan dari perbaikan kurikulum pendidikan nasional yang dilakukan. Kurikulum yang baik, ungkapnya, harus mampu menyeimbangkan aspek akademik dan karakter sehingga mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Untuk mencapai keberhasilan suatu pendidikan henndaknya harus melibatkan berbagai kalangan dan memenjalin kerja sama yang baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana semestinya. Bahkan, dapat melahirkan bakat-bakat baru dari siswa. Dengan adanya kerja sama berbagai golongan maka akan membentuk perubahan perilaku siswa ke arah positif dan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kreatif, inovatif mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar