Kurikulum 2013 tercatat
sebagai perubahan ketiga selama era reformasi. Bahasa Indonesia merupakan salah
satu mata pelajaran yang di sebut-sebut mengalami perombakan total dalam
Kurikulum 2013. Bila dalam Kurikulum 2006 mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih
mengedepankan pada keterampilan berbahasa dan bersastra, maka dalam Kurikulum
2013 ini Bahasa Indonesia di gunakan sebagai sarana untuk mengembangkan
kemampuan dan keterampilan menalar. Hal ini di latarbelakangi oleh kenyataan
bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih sangat rendah. Dari studi
Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun
2011, hanya 5 persen peserta didik Indonesia yang mampu memecahkan persoalan
yang membutuhkan pemikiran, sedangkan sisanya 95 persen hanya sampai pada level
menengah, yaitu memecahkan persoalan yang bersifat hafalan.
Angka tersebut sangat
memperihatinkan, maka kurikulum 2013 di harapkan mampu meningkatkan presentase
peserta didik di Indonesia yang mampu memecahkan persoalan dengan pemikiran.
Apabila angka tersebut dapat meningkat, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia
dapat menjadi negara maju dalam berbagai bidang. Semua itu tentu saja tidak
mudah seperti membalikkan telapak tangan, tetapi butuh perjuangan dan
pengorbanan yang tidak sedikit.
Kemampuan dan
keterampilan menalar yang sedang di kembangkan oleh kurikulum 2013 dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya bermanfaat untuk mata pelajaran
tersebut. Namun, bermanfaat juga untuk mata pelajaran Matematika, Fisika,
Biologi dan lain-lain.
Dalam kurikulum 2013,
penilaian di titik beratkan pada tiga aspek, yaitu afektif, kognitif, dan
psikomotorik masing-masing siswa. Penilaian tersebut sangat berguna untuk
peserta didik agar peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual
saja. Namun, peserta didik juga diharapkan memiliki kecerdasan sikap dan
perilaku agar peserta didik dapat terjun di masyarakat.
Dalam kurikulum 2013 ini,
peserta didik di harapkan mempunyai rasa ingin tahu yang besar agar di dalam
kegiatan pembelajaran terjadi komunikasi yang baik antara peserta didik dengan
guru. Selain peserta didik yang harus bersikap kritis, guru juga harus
mengetahui perkembangan peserta didiknya satu persatu. Salah satu keberhasilan kurikulum
2013 antara lain komunikasi yang baik antara peserta didik dengan guru. Guru
juga harus menguasai materi-materi yang akan disampaikan dengan baik agar tidak
terjadi kekeliruan yang mengakibatkan peserta didik tidak dapat menguasai
materi dengan jelas dan benar.
Kurikulum 2013 yang
sedang berjalan saat ini membawa perubahan yang sangat besar di segala bidang
dan diharapkan dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih maju serta mencapai
cita-cita bangsa ini yang terdapat pada pembukaan UUD’45.
Dhimas Abie Thoyib
MIA 4-1 / 12
Sudah lebih 9 menit..
BalasHapusUdah beda hari..
You late..